RIAUMAKMUR.COM – Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, menilai penting bagi seluruh dasawisma di setiap desa memiliki kebun dasawisma yang ditanami tanaman sayur-sayuran, cabai, pepaya dan pisang.
Hal tersebut disampaikan Merlan saat memberikan kata sambutan pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 dan pencanangan Dasawisma Berkebun tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2024, di halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (28/6/2024).
Menurut Merlan, dasawisma harus memiliki kebun yang ditanami sayur-sayuran, terutama cabai, Karena cabai atau rica adalah salah satu item bumbu menu masakan yang menjadi kebutuhan masyarakat Gorontalo, termasuk di Kabupaten Bone Bolango.
Baca Juga: Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Kata Merlan, besarnya kebutuhan komoditi rica sering menyebabkan tingginya inflasi di Gorontalo karena harganya yang selalu naik. Sebab, masyarakat Gorontalo dalam kondisi apapun tetap membeli rica atau cabai, karena orang Gorontalo kalau tidak makan pedas rasa-rasanya tidak makan.
“Inilah yang kami harapkan agar PKK atau Dasawisma dengan berkebun dan menanam rica, itu bisa kontribusi untuk menurunkan inflasi di Gorontalo, terutama untuk sektor komoditi rica atau cabai,” ujar Merlan.
Selain itu, setiap kebun dasawisma juga diharapkan ditanami sayur-sayuran dan tanaman buah-buah, terutama tanaman buah yang mudah tumbuh dan tidak susah dipelihara, yaitu pepaya dan pisang.
Semua ini tujuannya bagaimana masyarakat hidup sehat dimulai mengkonsumsi buah. Sebagaimana yang tertuang di dalam Germas (Gerakan Masayarakat Sehat) bahwa masyarakat di desa wajib mengkonsumsi sayuran dan buah.
“Kalau PKK mengambil peran di kebun, ini bisa menutupi program prioritas saya, yaitu Kakanda (kolam, kebun, dan kandang),” tutur Merlan.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini program Kakanda sudah banyak dibangun di semua desa, baik yang dibiayai dari dana APBD melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, serta dari Dana Desa (DD) di setiap desa melalui program ketahanan pangan keluarga.
Baca Juga: 2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Karena itu, ia berharap peran PKK, yaitu dasawisma, lebih diaktifkan dengan membentuk kebun dasawisma. Ia pun ingin lahan-lahan kosong di masing-masing desa dimanfaatkan. Pembelian bibit sayur dan tanaman buah diharapkan menggunakan dana desa.
“Jadi yang mengelola PKK atau dasawisma, tapi pembeliannya melalui dana desa, sehingga ini akan menjadi program yang terintegrasi antara pemerintah desa dengan PKK yang ada di desa,” tutur Merlan.
Artikel Terkait
Jajaran BKKBN Riau Bersama Mitra Ikuti Puncak Harganas
Menko PMK Kunjungi Stand UPPKA BKKBN Riau
LAM Riau Keluarkan Himbauan Larangan Judol dan Pinjol
BRGM Operasi Modifikasi Cuaca Dukung Pengendalian Karhutla di Riau
Pedagang UMKM Raub Keuntungan Dari Wisatawan di Sungai Sarudik
Damkar Provinsi Gorontalo Lakukan Penanganan Kebakaran di Dungingi Kota Gorontalo
Kabupaten Kampar Raih Penghargaan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024
2.249 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Bai Jingting Siap Pancarkan Pesona Sang Yan yang Berbeda di Drama The First Frost, Dijamin Bikin Jatuh Cinta!
Pj Gubri: Harganas ke-31 Pemantik Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas