Banjir dan Longsor di Nepal Tewaskan 14 Orang

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Senin, 8 Juli 2024 | 19:00 WIB
Orang-orang menerjang banjir setelah Sungai Hanumante meluap, menyusul hujan lebat di Bhaktapur, pinggiran Kathmandu, Nepal, Sabtu (6/7/2024). Kepolisian Nepal mengatakan, hujan deras di Nepal yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan sedikitnya 14 orang. (Foto: AFP/Prakash
Orang-orang menerjang banjir setelah Sungai Hanumante meluap, menyusul hujan lebat di Bhaktapur, pinggiran Kathmandu, Nepal, Sabtu (6/7/2024). Kepolisian Nepal mengatakan, hujan deras di Nepal yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan sedikitnya 14 orang. (Foto: AFP/Prakash

RIAUMAKMUR.COM - Hujan deras di Nepal yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan sedikitnya 14 orang. Banjir di negara tetangga India itu, serta di Bangladesh hilir, juga menyebabkan kerusakan yang berdampak pada jutaan orang.

Dikutip AFP, polisi Nepal, Minggu (7/7/2024), mengatakan tim bencana sedang mencari sembilan orang yang hilang. Mereka yang tewas dan hilang berada di beberapa lokasi. Sebelumnya, di bulan lalu, 14 orang juga tewas akibat badai yang membawa tanah longsor, petir, dan banjir.

"Polisi bekerja sama dengan lembaga lain dan penduduk setempat untuk menemukan orang hilang," kata juru bicara kepolisian Nepal, Dan Bahadur Karki.

Baca Juga: Petugas BPBD Lakukan Pendataan Terdampak Banjir di Kabupaten Buru

Hujan muson yang turun dari Juni hingga September mengakibatkan kematian dan kehancuran setiap tahun di seluruh Asia Selatan. Namun, jumlah banjir dan tanah longsor yang fatal telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli mengatakan perubahan iklim dan meningkatnya pembangunan jalan memperburuk masalah ini.

Beberapa wilayah Nepal telah diguyur hujan lebat sejak Kamis (4/7). Hujan mendorong otoritas penanggulangan bencana di Negeri Himalaya untuk memperingatkan akan terjadinya banjir bandang di sejumlah sungai. Ada laporan banjir di beberapa distrik, yang terletak di dataran rendah yang berbatasan dengan India.

Sementara, di India, banjir membanjiri negara bagian Assam yang terletak di timur laut. Otoritas Manajemen Bencana Assam, di hari yang sama, menyebut enam orang tewas dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat hujan lebat sejak pertengahan Mei menjadi 58 orang.

Baca Juga: Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergitas Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Di dataran rendah Bangladesh, banjir telah berdampak pada lebih dari dua juta orang. Demikian disampaikan badan manajemen bencana setempat.

Bangladesh sebagian besarnya terdiri dari delta tempat sungai-sungai Himalaya, Gangga, dan Brahmaputra mengalir menuju laut setelah melewati India. Musim panas membawa 70-80 persen curah hujan tahunan ke Asia Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X