Miliki Tiga WPP, Pemkab Malra Gelar Bimtek Adopsi CCRF dan indikator EAFM

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Selasa, 16 Juli 2024 | 01:28 WIB
Miliki Tiga WPP, Pemkab Malra Gelar Bimtek Adopsi CCRF dan indikator EAFMFoto : Rikhard/Malra
Miliki Tiga WPP, Pemkab Malra Gelar Bimtek Adopsi CCRF dan indikator EAFMFoto : Rikhard/Malra

RIAUMAKMUR.COMDinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar bimbingan teknis (Bimtek).Kriterianya adalah Code of Conduct For Responsible Fisheries (CCRF) dan indicator Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) kepada pelaku usaha untuk mendukung perikanan berkelanjutan .

Kegiatan yang dibuka resmi penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Malra,Nico Ubro ini digelar di Gedung Serbaguna Anugerah Ohoijang,Senin (15/7/2024).

“Secara geografis, Malra berada di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). WPP 718 (Laut Arafura), WPP 714 (Laut Banda) dan WPP 715 (Laut Seram) dengan total potensi perikanan pada ketiga WPP sebesar 4.669.030 ton/tahun”ungkap Ubro saat memberikan sambutan pembukaan.

Baca Juga: Ribuan Personel Polisi Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2024

Ubro menjelaskan terdapat 68 pulau-pulau kecil yang membentuk selat dan teluk sebagai kawasan potensial pengembangan budidaya perikanan. Potensi lahan perikanan budidaya sebesar 14.138,86 hektar.

Pemanfaatan potensi perikanan masih kecil atau capaian produksi tahun 2021 hanya mencapai 96.332,159 ton atau sekitar 2,06 %.

“Berdasarkan arah dan kebijakan pembangunan kabupaten Malra, sektor perikanan dan pariwisata dijadikan sebagai leading sektor (sektor unggulan) untuk menggerakkan ekonomi daerah”ujar Ubro yang juga sebagai kepala Dinas Perikanan Malra.

Baca Juga: Siap Amankan Piala Presiden 2024, Kapolri Pastikan Pengamanan Berstandardisasi FIFA

Potensi sumber daya perikanan laut yang besar tersebut dapat diandalkan sebagai sumber bahan pangan, penghasil devisa daerah, penyedia lapangan kerja, serta menjadi sumber pendapatan yang potensial jika dikelola dan dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan perikanan laut berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari sumber daya perikanan dan ekosistem-nya, pemanfaatan sumber daya perikanan untuk kepentingan sosial ekonomi masyarakat dan dimensi kebijakan perikanan.

Diperlukan satu pendekatan atau model pengelolaan perikanan yang mengeintegrasikan dimensi CCRF dan EAFM.

Baca Juga: Syukuran 30 Tahun Universitas Baiturrahmah, Mahyeldi Sebut Jumlah Dokter di Sumbar Masih Kurang

CCRF merupakan tata laksana yang memuat asas dan standar internasional mengenai sikap atau perilaku dalam praktek yang bertanggungjawab di perairan nasional, zona ekonomi eksklusif (ZEE) maupun pengelolaan perikanan di laut lepas.

EAFM merupakan konsep bagaimana menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan dengan tetap mempertimbangkan pengetahuan tentang komponen makhluk hidup (biotik), makhluk tidak hidup (abiotik), dan interaksi manusia dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan.

Dia berpesanmelalui kegiatan bimtek,pelaku usaha bisa mengimplementasi usaha yang digeluti demi keberlanjutan sumberdaya perikanan laut di Malra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X