Jemaah Haji Kloter 19 Tiba di Debarkasi Medan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Selasa, 16 Juli 2024 | 15:00 WIB
Jemaah haji yang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Debarkasi Medan,
Jemaah haji yang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Debarkasi Medan,

RIAUMAKMUR.COM - Jemaah haji yang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Debarkasi Medan, Senin, (15/7/2024) tiba Bandara Internatiinal Kualanamu Deli 

358 jemaah Kloter 19 itu merupakan jemaah gabungan asal dari Kabupaten Simalungun 157 orang, Medan 193 orang, Serdang Bedagai 1 orang, dan petugas 7 orang. 

Satu jemaah dalam kloter ini wafat atas nama Muhammad Sulaiman Marso manifes 284 di Rumah sakit Aran Saudi, jemaah asal Kabupaten Simalungun.

Baca Juga: Pj. Bupati Pulang Pisau : Lomba Desa dDiharapkan Mampu Bangun Semangat Kompetisi dan Berinovasi

Sekretaris PPIH Debarkasi Medan Zulfan Efendi saat menyambut kedatangan jemaah Kloter 19, Senin (15/7/2024).mengatakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Sumatera Utara atas kepedulian kepada jemaah haji.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemda masing-masing daerah terutama dalam memberikan fasilitasi transportasi mengawal jemaah haji ke Asrama Haji Medan,” ungkapnya

Sekretaris PPIH Debarkasi Medan mengatkaan, dengan dukungan dan kepedulian pemerintah daerah proses penerimaan dan pemberangkatan jemaah haji ke tanah suci berjalan sukses dan lancar.

Baca Juga: Miliki Tiga WPP, Pemkab Malra Gelar Bimtek Adopsi CCRF dan indikator EAFM

Zulfan Efendi mengucapkan selamat datang, selamat kembali ke tanah air kepada kepada jemaah haji semoga memkperoleh haji mabrur.

“Penyelenggaraan haji tahun ini cukup luar biasa dan banyak dinamika, diantaranya penambahan kuota haji Indonesia sebanyak 20.000 sebagai Upaya dari Kementerian Agama untuk mengurangi masa tunggu jemaah haji Indonesia,” ujarnya

Kabid PHU Kanwil Kemenag Sumut menambahkan, hal baru pada haji tahun ini adalah menerapkan mabit di Muzdalifah dengan skema murur. Skema ini diterapkan sebagai ikhtiar menjaga keselamatan jiwa jamaah calon haji Indonesia atas potensi kepadatan di tengah terbatasnya area Muzdalifah.

Baca Juga: Ribuan Personel Polisi Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2024

“Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jamaah calon haji Indonesia saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X