Waspada Wabah Penyakit di Buleleng, Sinergi Kemenkes RI Mantapkan Kesiapsiagaan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 17 Juli 2024 | 09:00 WIB
Para peserta acara Update Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Penyakit Berpotensi Wabah di Ruang Rapat Banyualit, Resort n Spa, Buleleng, Selasa (16/7/2024). (Foto: istimewa)
Para peserta acara Update Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Penyakit Berpotensi Wabah di Ruang Rapat Banyualit, Resort n Spa, Buleleng, Selasa (16/7/2024). (Foto: istimewa)

Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat

Arya Nugraha menekankan pentingnya kewaspadaan, bukan kepanikan, dalam menghadapi potensi wabah. Kewaspadaan akan memberi output yang lebih baik. Syarat dari kewaspadaan adalah literasi, yaitu mendapatkan informasi yang benar dari pihak yang kompeten. 

Mengenai ancaman wabah lokal seperti meningitis babi, Arya Nugraha menjelaskan bahwa kasus tersebut sering terjadi secara sporadis. Meningitis babi mudah disembuhkan tetapi dapat menyebabkan kecacatan permanen seperti ketulian. Flu burung, dengan fatalitas tinggi hingga 100%, banyak ditimbulkan oleh cara memasak yang kurang tepat dengan kebutuhan makan setiap hari berarti potensi wabah akan terus ada.

Dinas Kesehatan berencana mengeluarkan rekomendasi tentang cara memasak yang aman untuk mencegah wabah. "Selain dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian juga memberikan edukasi melalui radio, media sosial, dan edaran formal. Kita selalu mengantisipasi seperti itu," tambah Arya Nugraha.

 

Tren penyakit tahun ini di Buleleng menunjukkan kasus Flu Singapura pada anak-anak, dugaan difteri, serta kasus rabies dan meningitis babi yang sporadis. "Flu Singapura tahun lalu mencapai 400-an kasus, tahun ini mungkin sekitar 100-an. Meningitis babi juga puluhan kasus, lebih sedikit dibanding tahun lalu," jelasnya.

Arya Nugraha juga menyoroti pentingnya peran adat dalam menjaga disiplin masyarakat, mengacu pada pengalaman di Desa Bengkala yang berhasil membuat perarem adat untuk mengendalikan wabah. "Adat lebih kuat dampaknya terhadap kedisiplinan masyarakat," ujarnya.

Dengan demikian, Buleleng terus memperkuat strategi dan antisipasi kesehatan untuk menghadapi potensi ancaman wabah di masa mendatang, melalui koordinasi dan edukasi yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X