Baca Juga: RI Fokus Bantu Wujudkan Gencatan Senjata di Palestina
"Bila dinominalkan, 1 hektare bisa menghasilkan Rp160 juta per panen. Dalam setahun bisa 3-4 kali panen," kata Nanang.
Namun, Nanang tidak menampik bahwa tidak semua buah naga bisa tumbuh dengan tingkat kesegaran maksimal. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berusaha untuk mengembangkan produk olahan agar tidak ada buah naga yang terbuang akibat faktor hama atau buah yang cepat membusuk. Saat ini, para petani sudah mulai mengembangkan produk olahan seperti sale dan keripik.
"Ke depan, kami ingin terus mengembangkan lagi buah segar menjadi aneka produk olahan lain yang diminati pasar. Untuk itu, kami masih membutuhkan pendampingan dari pemerintah dan YDBA," kata Nanang.
Artikel Terkait
Guru Seni dan Olahraga Australia Kagumi Singkawang
Bapanas dan BULOG Kerja Sama untuk Jamin Stabilitas Harga Beras di 2024
Tingkatkan Kesehatan Santri, 2024 PUPR Bangun Infrastruktur 1.279 Unit Sanitasi Ponpes
Menaker Ida Fauziyah Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama Kemnaker
Pertamina Paparkan Strategi Hadapi Trilema Energi
BRIN Buka InaRi Expo 2024: Wadah Interaksi Periset dan Masyarakat
RI Fokus Bantu Wujudkan Gencatan Senjata di Palestina
Deklarasi Netralitas ASN Bandung Barat di Pilkada 2024
Layani Teman Tuli Melalui Program "Cimahi Berbisya"
Ini Terobosan Program LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2024