RIAUMAKMUR.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) kembali berpartisipasi dalam dialog pagi yang digelar oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Banda Aceh, Senin (26/8/2024).
Dialog yang diselenggarakan secara daring ini mengangkat tema "Menilik Efektivitas Pemberian Makanan Bergizi Gratis" dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya program ini dalam menurunkan angka stunting dan wasting di Aceh.
Selain itu, dialog ini juga membahas mekanisme pengawasan dan evaluasi terhadap kualitas serta distribusi makanan bergizi tersebut hingga sampai ke tangan masyarakat.
Baca Juga: Pj Gubernur Gorontalo Lepas Kontingen Gorontalo yang Akan Bertanding pada PON XXI
Acara yang dipandu oleh Putra, host dari RRI Banda Aceh, menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra; Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Substansi Informasi dan Komunikasi BPOM Aceh, Endang Yuliawati; serta Direktur Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala (RSP USK) sekaligus pakar gizi, Iflan Nauval.
Dalam paparannya, Surya Rayendra menjelaskan bahwa pemberian makanan bergizi bagi siswa di Aceh telah dilaksanakan sejak tahun 2023 melalui program Gerakan Edukasi Nasional Pemberian Makanan Bergizi untuk Siswa (GENIUS).
"Program ini merupakan inisiatif Badan Pangan Nasional yang telah diterapkan di lima kabupaten pada tahun 2023 dan ditargetkan mencakup 1.700 siswa dengan 20 kali pemberian makanan pada 2024," ujar Surya.
Baca Juga: Seleksi Pornas Korpri Tingkat Provinsi Kalsel, 46 Atlet Kabupaten Banjar Tanding
Program makanan bergizi gratis ini, lanjutnya, adalah langkah pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Program ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu, mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Sementara itu, Endang Yuliawati menambahkan bahwa BPOM saat ini fokus pada pengawasan Rumah Produksi Komunitas (RPK) sebagai bagian dari program prioritas nasional Desa Pangan Aman.
"Kami mengutamakan inspeksi berkala terhadap dapur produksi di setiap RPK. Tujuannya adalah memastikan sertifikat laik sehat dari Dinas Kesehatan sudah ada dan mencegah terjadinya keracunan setelah pemberian makanan bergizi ini," ungkap Endang.
Baca Juga: Kawal Pilkada, Polda Riau Gelar Apel Operasi Mantap Praja Lancang Kuning 2024
Disebutkan pada 2024, BPOM memprioritaskan desa-desa dengan angka stunting yang tinggi. Mekanismenya adalah dengan memberdayakan kader desa, yang terdiri dari bidan desa, petugas puskesmas, ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, dan kader sekolah, untuk mengawal keamanan pangan di desa. Pengawasan dilakukan mulai dari sebelum makanan diproduksi hingga saat makanan disajikan.
Iflan Nauval juga menambahkan bahwa pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu cara untuk memastikan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
"Aceh memiliki potensi ikan yang melimpah dan murah dengan kandungan gizi yang baik. Ikan ini dapat diutamakan dalam pemberian makanan kepada masyarakat. Selain memberikan gizi, ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh melalui konteks kelokalan," tutup Iflan.
Artikel Terkait
KPU Riau Buka Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Mulai Besok, Syamsuar - Mawardi Akan Menjadi Pendaftar Pertama
Jadwal Pertandingan Ganda Putra Indonesia di Korea Open 2024 Hari Ini, Bertemu Pasangan Chinese Taipei
KPU Riau Siap Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Pilkada 2024
Besok, Ustaz Abdul Somad UAS dan Ribuan Pendukung Antar Abdul Wahid - SF Hariyanto Mendaftar ke KPU Riau
Kesiapan Polda Riau Untuk Antisipasi Gangguan Pilkada
Pemprov Riau Bahas Pembentukan Gedung Pengadilan Militer Pekanbaru
Sambut Baik Pesmikan Kantor Baru BP3MI Riau Kadisnaker Siap Berkoordinasi
Kawal Pilkada, Polda Riau Gelar Apel Operasi Mantap Praja Lancang Kuning 2024
Seleksi Pornas Korpri Tingkat Provinsi Kalsel, 46 Atlet Kabupaten Banjar Tanding
Pj Gubernur Gorontalo Lepas Kontingen Gorontalo yang Akan Bertanding pada PON XXI