Basarnas Imbau Pendaki Gunung Kedepankan Etika

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 07:30 WIB
Pengarahan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Kusworo. (Foto: Basarnas)
Pengarahan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Kusworo. (Foto: Basarnas)

RIAUMAKMUR.COM - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengingatkan para pendaki harus mengedepankan etika saat mendaki gunung. Khususnya gunung api yang berstatus aktif demi keselamatan diri setiap individu ataupun sebagai kelompok.

"Sikap tidak memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan mendaki gunung saat ada larangan dari otoritas adalah salah satu bentuk etika. Ini yang harus dikedepankan para pendaki," Kepala Basarnas Kusworo dalam keterangannya, Rabu (28/8/2024). 

Lebih jauh Kusworo mengungkapkan bahwa pihaknya banyak menerima laporan peristiwa kecelakaan pendaki gunung terjadi. Lantaran sikap memaksa diam-diam menerobos akses masuk jalur pendakian. 

Baca Juga: Program Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang: Siswa Tokyo Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta

"Alih-alih tidak mengetahui kalau ada pelarangan, ataupun tidak dijaga dengan ketat oleh petugas penjaga gunung. Misalnya seperti yang dialami puluhan orang pendaki Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Desember 2023," ujarnya. 

Menurutnya saat ini para pendaki memaksa melakukan pendakian meskipun Gunung Marapi berstatus waspada atau level II. Serta masih menghembuskan abu vulkanik.

"Alhasil, tiga orang pendaki dievakuasi tim Basarnas dengan status meninggal dunia dan sekitar 53 orang lainnya selamat. Meski harus mendapatkan perawatan medis karena kelelahan, luka bakar, dan sempat menghirup abu vulkanik," ucapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X