RIAUMAKMUR.COM - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengingatkan para pendaki harus mengedepankan etika saat mendaki gunung. Khususnya gunung api yang berstatus aktif demi keselamatan diri setiap individu ataupun sebagai kelompok.
"Sikap tidak memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan mendaki gunung saat ada larangan dari otoritas adalah salah satu bentuk etika. Ini yang harus dikedepankan para pendaki," Kepala Basarnas Kusworo dalam keterangannya, Rabu (28/8/2024).
Lebih jauh Kusworo mengungkapkan bahwa pihaknya banyak menerima laporan peristiwa kecelakaan pendaki gunung terjadi. Lantaran sikap memaksa diam-diam menerobos akses masuk jalur pendakian.
Baca Juga: Program Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang: Siswa Tokyo Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta
"Alih-alih tidak mengetahui kalau ada pelarangan, ataupun tidak dijaga dengan ketat oleh petugas penjaga gunung. Misalnya seperti yang dialami puluhan orang pendaki Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Desember 2023," ujarnya.
Menurutnya saat ini para pendaki memaksa melakukan pendakian meskipun Gunung Marapi berstatus waspada atau level II. Serta masih menghembuskan abu vulkanik.
"Alhasil, tiga orang pendaki dievakuasi tim Basarnas dengan status meninggal dunia dan sekitar 53 orang lainnya selamat. Meski harus mendapatkan perawatan medis karena kelelahan, luka bakar, dan sempat menghirup abu vulkanik," ucapnya.
Artikel Terkait
Pemprov Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Ciptakan Anak Riau yang Unggul dan Cerdas
Polwan Polda Aceh Gelar Bakti Kesehatan untuk Disabilitas
Wakapolda Aceh Buka Rakernis Fungsi Ditbinmas 2024
KONI Jakarta Andalkan Bank Aceh untuk Kelancaran Transaksi selama PON Aceh-Sumut
Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi Setor Dividen Rp7,6 Miliar
Menpora Dito Ariotedjo Apresiasi Dukungan Sinergi Kelompok Usaha Indonesia untuk Atlet Olimpiade Paris 2024
Menpora Dito Apresiasi Desain Kostum Paralimpiade 2024 Karya Didiet Maulan
Maju di Pilkada Bengkalis, SANDI Ingin ASN dan Penerima Bansos Merdeka, Syahrial: Tidak Boleh Ada Beban Politik
Menpora Dito Ariotedjo Dukung Kejurnas BAVETI XI 2024 di Balikpapan
Program Pertukaran Budaya Indonesia-Jepang: Siswa Tokyo Kunjungi Jakarta dan Yogyakarta