Menkes Budi Apresiasi Muhammadiyah atas Pembukaan Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Jumat, 6 September 2024 | 12:00 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Muhammadiyah Luncurkan FK UNISA/Foto: Kemenkes
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Muhammadiyah Luncurkan FK UNISA/Foto: Kemenkes

RIAUMAKMUR.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mencerdaskan dan menyehatkan bangsa Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran Fakultas Kedokteran Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Rabu (4/9/2024) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, UNISA Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Menkes Ingin RS IKN Miliki Sentuhan Arsitektur yang Ikonik

"Pendidikan dan kesehatan adalah kunci menciptakan generasi sehat dan cerdas. Tidak mungkin semuanya dikerjakan sendiri; peran Kementerian Kesehatan kecil. Sinergi dengan masyarakat sangat diperlukan," ujar Menkes Budi dalam keterangannya, Kamis (5/9/2024).

 

Menurut Menkes Budi, visi Indonesia Emas 2045 akan tercapai jika bonus demografi yang sedang dialami Indonesia, di mana mayoritas penduduk berusia produktif, dimanfaatkan dengan baik.

Ia menekankan bahwa SDM yang sehat dan cerdas adalah kunci untuk mengelola bonus demografi tersebut dan mendorong Indonesia untuk menjadi negara maju.

"Kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan memanfaatkan momentum bonus demografi, seperti yang dilakukan negara-negara maju," jelas Menkes Budi.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 hingga 2040, di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan dengan usia nonproduktif.

Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Baca Juga: Pj Bupati Pidie Terima Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Solo

"Jika kita gagal memanfaatkan bonus demografi ini, kita bisa terjebak menjadi negara berpendapatan menengah seumur hidup," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi juga menyampaikan dukungannya terhadap pembukaan fakultas kedokteran di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, yang merupakan fakultas kedokteran pertama di kampus Muhammadiyah tersebut.

Menkes menyebut bahwa kebutuhan tenaga dokter di Indonesia masih sangat tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X