KADIN Indonesia Bersama Pemerintah Tingkatkan Upaya Transisi Energi

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 7 September 2024 | 12:00 WIB
Pokja Transisi Energi Kadin Indonesia bersama dengan Kementerian dan berbagai mitra kerja menyelenggarakan Dialog dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum 2024, di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024)/ foto: Humas Kadin Indonesia
Pokja Transisi Energi Kadin Indonesia bersama dengan Kementerian dan berbagai mitra kerja menyelenggarakan Dialog dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum 2024, di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024)/ foto: Humas Kadin Indonesia

RIAUMAKMUR.COM – Pada salah satu sesi dialog di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, KADIN Indonesia menjalin kolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat transisi energi, guna mendukung dunia usaha dalam mencapai target emisi nol bersih.

Pokja Transisi Energi KADIN menekankan pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam proses transisi energi ini.

Pernyataan tersebut disampaikan pada hari kedua ISF 2024 di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024).

Baca Juga: Sekda Padang Panjang Ingatkan Peran Strategis PKK dalam Bimtek Gerakan untuk Sukseskan Program

Transisi energi yang dijalankan Indonesia merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong terciptanya ekonomi hijau.

Upaya ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam memperluas akses terhadap inovasi infrastruktur yang lebih terjangkau dan bersih, mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah, dengan total kapasitas mencapai 3.686 GW.

Baca Juga: Pengembangan UMKM di Bener Meriah Terkendala Branding, Pemkab Cari Solusi

Ini mencakup tenaga surya 3.295 GW, tenaga air 95 GW, bioenergi 57 GW, tenaga angin 155 GW, energi panas bumi 24 GW, dan energi laut 60 GW.

Ketua Pokja Transisi Energi KADIN, Anthony Utomo, menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam transisi energi menuju pencapaian emisi nol bersih.

Ia menegaskan bahwa potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah serta komitmen kuat dari sektor swasta dan pemerintah akan mendukung keberlanjutan energi di masa depan.

Baca Juga: Apel Krida: Sekda Buleleng Sampaikan Tiga Hal Krusial untuk ASN

“Kami menyambut baik dialog hari ini sebagai upaya untuk mendorong akselerasi transisi energi baru terbarukan di Indonesia. Potensi ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, tetapi juga memungkinkan industri nasional Indonesia memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam aksi iklim global,” ujar Anthony.

Pernyataan ini sejalan dengan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Profesor Doktor Enginering Eniya Listiani Dewi, yang menekankan pentingnya transisi EBT untuk mendukung pencapaian target emisi nol bersih pada tahun 2060.

Eniya menjelaskan bahwa EBT berperan penting dalam menciptakan peluang investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X