KADIN Indonesia Bersama Pemerintah Tingkatkan Upaya Transisi Energi

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 7 September 2024 | 12:00 WIB
Pokja Transisi Energi Kadin Indonesia bersama dengan Kementerian dan berbagai mitra kerja menyelenggarakan Dialog dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum 2024, di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024)/ foto: Humas Kadin Indonesia
Pokja Transisi Energi Kadin Indonesia bersama dengan Kementerian dan berbagai mitra kerja menyelenggarakan Dialog dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum 2024, di Jakarta Convention Center, Jumat (6/9/2024)/ foto: Humas Kadin Indonesia

Baca Juga: Kosmetik Ilegal Dijual Sejak Februari ke Wilayah Riau Hingga ke Indonesia

"Indonesia memerlukan investasi sebesar USD 55 miliar dalam lima tahun mendatang. Bahkan dalam setahun ke depan, Indonesia membutuhkan investasi sebesar USD 14 miliar. Kami mengajak para pelaku usaha KADIN untuk mengambil peluang besar dari transisi EBT dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060," ujar Eniya.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Ervan Maksum, juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan pemetaan komprehensif terhadap seluruh sektor guna mencapai target emisi nol bersih.

Pemetaan ini akan menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat sasaran untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Cerita Dony Ahmad Munir Soal Keberlanjutan Penanganan Pengangguran di Sumedang Saat Bertemu tim Promedia

"Pemetaan ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Melalui pemetaan sektor yang menyeluruh, kita dapat mengidentifikasi peluang investasi di sektor energi bersih, mendorong inovasi teknologi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini merupakan langkah strategis untuk membangun Indonesia yang lebih berkelanjutan," ujar Ervan.

CEO PT Samator Indo Gas Tbk dan Anggota Pokja Transisi Energi KADIN, Rachmat Harsono, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong transisi energi.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan insentif yang lebih menarik untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha nasional.

Baca Juga: Kejar Target Pembangunan 2024, Sekda Dumai Imbau Semua Pihak Bekerja Maksimal

"Transisi energi membutuhkan upaya kolektif dan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga kampus. Adanya kolaborasi dan dukungan ini dapat memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam transisi energi," kata Rachmat.

Kerjasama dengan universitas untuk Riset dan Pengembangan, serta insentif yang tepat dari pemerintah dapat menjadi katalisator bagi pelaku usaha untuk berinvestasi lebih besar di sektor energi terbarukan.

"Sinergi ini tentunya akan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Rachmat.

Baca Juga: Bupati Ipuk Resmikan Langgar Art di Banyuwangi, Tempat Baru untuk Seniman Perupa

Sesi ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, Rektor Universitas Pertahanan, Letjen (Purn) Jonni Mahroza, Presiden Direktur & CEO PT ESSA Industries Indonesia Tbk, Kanishk Laroya, dan Kepala Rumah Perancangan Aksi Transisi Energi Indonesia, Edo Mahendra.

Dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam sesi tersebut, diharapkan dapat melahirkan sinergi yang mendorong inovasi dan solusi konkret untuk percepatan transisi energi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X