Sampah Menumpuk di Sekitar TPA Gogok, Ini Penjelasan DPRKPLH Meranti

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Selasa, 10 September 2024 | 17:50 WIB
Tumpukan sampah di TPS Desa Gogok yang keberadaan tidak jauh dari pemukiman warga. (foto: ist)
Tumpukan sampah di TPS Desa Gogok yang keberadaan tidak jauh dari pemukiman warga. (foto: ist)

RIAUMAKMUR.COM - Warga di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, merasa resah dengan kehadiran kerumunan lalat di rumah mereka. TPS sampah seluas 2 hektar yang berada di Desa Gogok Darussalam itu tak lagi mampu menampung sampah.

Gundukan sampah yang sudah menggunung sekitar 15 m di area TPS yang berada berdekatan dengan mesin PLN Gogok itu semakin meresahkan.

Selain itu, yang parahnya lagi sampah tersebut juga sudah hampir menjalar ke area jalan raya yang menghubungkan antarkecamatan Tebingtinggi Barat ke Kecamatan Tebingtinggi (Kota Selatpanjang.

Baca Juga: Momen 3 Bapaslon Gubernur Riau Tampak Akrab Naik Mobil Golf Keliling Mapolda

Prapti, salah seorang warga Desa Gogok, mengungkapkan keluhannya terkait kondisi yang makin memburuk. Tidak hanya bertahan dengan bau busuk yang menyengat namun kini harus berhadapan dengan lalat pula.

"Dampak sampah dari TPA yang sudah menggunung dan mengeluarkan bau menyengat membuat rumah kami diserang lalat. Kenapa pula asal sampah dari kota, kami yang orang kampung harus kena dampaknya?," ujarnya dengan penuh kekesalan beberapa waktu lalu.

Dia juga berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti keluhan mereka dan mencari solusi yang efektif. Bau busuk dan lalat-lalat yang semakin mengganggu bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan risiko kesehatan. 

Baca Juga: Kasus DBD di Kerinci Menurut, Dinkes Himbau Masyarakat Tingkatkan PHBS

"Harapan kami, masalah ini segera diperhatikan dan diselesaikan. Jangan sampai terus dibiarkan seperti ini. Kami hanya ingin hidup nyaman dan sehat tanpa gangguan bau busuk dan lalat yang bertebaran," ucap Prapti penuh harap.

Suprapto, seorang warga lainnya juga merasa kecewa dengan situasi ini, disebutkan penempatan Desa Gogok sebagai tempat pengolahan sampah malah menjadi tempat pembuangan sampah. 

"Dulu katanya tempat itu akan dijadikan tempat pengolahan sampah, tapi sekarang malah jadi tempat limbah. Kami warga desa hanya bisa menerima saja, padahal sangat kasihan melihat desa ini jadi tempat pembuangan sampah," tuturnya.

Baca Juga: Pasca Pencabutan TAP MPR RI 33/1967, Fraksi Golkar MPR RI Usulkan Pencabutan TAP MPR 11/1998

Warga setempat menduga bahwa lalat-lalat yang menyerang rumah mereka berasal dari TPA yang berada tidak jauh dari pemukiman. Kondisi ini sudah dirasakan warga selama dua tahun terakhir. Namun, baru sekarang keluhan mereka semakin kuat karena dampaknya semakin dirasakan.

Kepedulian dan tanggapan cepat dari pemerintah serta dinas terkait sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini, agar warga Desa Gogok bisa kembali menikmati kehidupan yang nyaman tanpa harus dihantui oleh tumpukan sampah dan ribuan lalat di sekitar mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Kepulauan Meranti, Saiful Bakhri ST melalui Kabid Lingkungan Hidup Dewi Atmidilla, ST, MM mengatakan hal itu dikarena memang TPS yang ada sudah tidak memadai. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X