Baca Juga: Sekjen Kemenag RI Lantik 14 Pejabat Fungsional Kanwil Kemenag Riau, Berikut Nama-namanya
Kegiatan Nyadran juga menjadi sarana bagi Suku Tengger untuk menjaga keberlanjutan tradisi mereka. Meski zaman terus berkembang, masyarakat Tengger tetap teguh memelihara warisan budaya mereka. Nilai-nilai seperti rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, dan kebersamaan terus ditanamkan dalam setiap generasi, sehingga tradisi ini tetap lestari.
Bagi Suku Tengger, tradisi Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi cerminan dari identitas mereka sebagai masyarakat yang menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial.
Dengan semaraknya acara Nyadran, mereka menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.
Warisan leluhur yang terwujud dalam tradisi Nyadran di Desa Ranupani ini menjadi simbol keteguhan hati masyarakat Suku Tengger dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Di tengah arus modernisasi, mereka tetap kokoh mempertahankan identitas budaya mereka, mewariskan kearifan yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Artikel Terkait
Sebanyak 55 Anggota DPRD Provinsi Jambi Ucap Sumpah Jabatan
Kanwil Kemenkumham Jambi Ikuti Pembukaan Sosialisasi Indeks Layanan Kesekretariatan
Komisioner KPU: Banyak Bacalon Belum Serahkan LHKPN
TNI AU dan RSAF Latihan Pengisian Bahan Bakar di Udara Hingga Penyergapan Musuh
Sekjen Kemenag RI Lantik 14 Pejabat Fungsional Kanwil Kemenag Riau, Berikut Nama-namanya
Asisten I Setdaprov Riau Himbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada Pemilukada 2024
Putri Wapres Ma'ruf Amin Sebut Unilak Potensial untuk Dikembangkan dan Dikolaborasikan
Sampah Menumpuk di Sekitar TPA Gogok, Ini Penjelasan DPRKPLH Meranti
Bakal Calon Bupati Inhu Diajak Ciptakan Pilkada Damai
Pemkab Kampar Gelar Silaturahmi Pilkada Damai 2024