BNPB Harapkan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bahaya Pascagempa M4,9

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 21 September 2024 | 14:17 WIB
Bangunan rusak akibat gempa di Kabupaten Bandung dan Garut Jawa Barat/ dok. BNPB.
Bangunan rusak akibat gempa di Kabupaten Bandung dan Garut Jawa Barat/ dok. BNPB.

RIAUMAKMUR.COM - Masyarakat yang terdampak gempa M4,9 di Kabupaten Bandung dan Garut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi ancaman bahaya serupa di masa depan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan pesan tersebut dalam rapat koordinasi di dua wilayah terdampak gempa melalui keteranganya, Jumat (20/9/2024).

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, catatan gempa bumi pernah mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat. Namun baru kali ini, gempa terjadi di wilayah Pasirwangi, Kabupaten Garut, dan Kertasari, Kabupaten Bandung. Dengan adanya bencana gempa M4,9.

Baca Juga: Tim Pemenangan Calon Pasangan Bupati di Bireuen Tandatangani Komitmen Pilkada Damai

Suharyanto mengharapkan sosialisasi bahaya gempa dapat dilakukan pemerintah daerah secara luas. Ia mencontohkan juga pada potensi bahaya pada sesar Lembang yang perlu diwaspadai.

Tercatat sejak 2020 hingga kini terdapat fenomena gempa bumi yang berdampak kepada masyarakat di Jawa Barat, seperti lindu Pangandaran (2020), Sukabumi (2021), Cianjur (2022), Sumedang (2024) serta bencana terakhir di Bandung dan Garut.

Edukasi kepada masyarakat dibutuhkan untuk menyikapi potensi adanya sesar atau bagian dari segmen suatu sesar aktif pemicu gempabumi, baik yang sudah maupun yang belum teridentifikasi, seperti yang terjadi di Cianjur, maupun Bandung dan Garut pada Rabu (18/9) lalu.

Baca Juga: Pilkada 2024, DPT Aceh Utara 427.848 Jiwa

“Segmen baru dari suatu sesar aktif teridentifikasi setelah adanya gempa yang berdampak di Kabupaten Bandung dan Garut,” ujar Suharyanto.

Kepala BNPB mengharapkan masyarakat siap sebelum terjadinya bencana. Hal tersebut dicontohkan Suharyanto pada masyarakat Pangandaran yang siap melalui simulasi evakuasi mandiri menghadapi potensi megathrust, yang sempat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya upaya pengurangan risiko bencana, di antaranya mitigasi dan pencegahan, harus dilakukan oleh warga bersama pemerintah.

Baca Juga: 'Gadis Manis' Zhao Lusi Atau 'Wanita Seksi' Tian Xiwei? Yuk Intip Gaya Dua Top Bunga 95 di Milan Fashion Week 2024

Di samping itu, Suharyanto mengatakan, belum ada ilmu pengetahuan yang mampu memprediksi bahaya gempa di suatu wilayah.

Hal senada juga disampaikan Pj Bupati Garut Barnas Adjidin saat memaparkan kondisi terkini pascagempa di wilayahnya. Ia mengatakan, edukasi kebencanaan menjadi penting diberikan kepada masyarakat.

Barnas meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukannya sehingga masyarakat selalu waspada dan tidak panik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X