"Sedangkan persoalan sampah tersumbat karena pembangunan ruko di Pekanbaru tidak melibatkan RT/RW sebagai ujung tombak pembangunan di daerah. Sehingga hasilnya, banyak drainase depan ruko tidak sesuai. Kadang drainase hanya dibuat 30 Cm depan ruko, itu pun ditutup semua. Bagaimana itu bisa dibersihkan," ujarnya.
Kemudian, sebut Hariyanto, persoalan ini menimbulkan masalah baru yakni jalan rusak. Karena air yang melalui saluran itu tidak tertampung lagi, karena parit maupun drainase yang kecil dan tersumbat.
"Kenapa tersumbat? Karena pembangunan ruko itu izinnya tanpa melibatkan RT/RW, sedangkan penyakitnya baru RT/RW yang disalahkan. Kalau parit cuma 30-50 Cm dan ditutup semua bagaimana RT/RW mengajak warganya membersihkan parit itu, macam mana orang mau bersihkan. Tapi kalau itu ruko dilibatian RT/RW untuk pengawasan pembangunannya, maka bisa bertanggungjawab. Jangan kalau ada masalah baru RT/RW yang disalahkan," tukasnya.
Artikel Terkait
SF Hariyanto Pastikan Proyek Jembatan Sungai Masjid Selesai Akhir Tahun
SF Hariyanto Janjikan Gaji Ketua RT Naik, Rancangannya Rp1 Juta per Bulan
Purna Tugas, SF Hariyanto Kenang Perjalanan Karir 41 Tahun dari Honorer hingga Pj Gubernur Riau
Dengar Aspirasi Warga Desa Puo Raya, SF Hariyanto Kenang Pembangunan Jalan Lintas Rantau Barangin - Pasir Pengaraian
Lantik Pengurus LP3KD Riau, SF Hariyanto Serukan Persatuan di Atas Perbedaan
Alhamdulillah, Gaji PPPK Cair! Komitmen Pj Gubri dan Sekda Riau SF Hariyanto Tuai Apresiasi
Sekda Riau SF Hariyanto Janji Naikkan Tunjangan Kepala Sekolah, Kisaran Rp1-2 Juta per Bulan
Kontingen PON Riau Bawa 21 Medali Emas, Sekda SF Hariyanto: Tetap Semangat dan Terus Berkarya
UAS dan Abdul Wahid - SF Hariyanto Tandatangani Komitmen Politik, Mulai Dari Beri Insentif untuk Guru Ngaji hingga Penggali Kubur
Semakin Menyala, Abdul Wahid - SF Hariyanto Dapat Dukungan dari Lintas Tokoh Masyarakat di Riau