Baca Juga: Mudahkan Layanan Pengukuran, Disperindag Sleman Luncurkan Aplikasi SIMPELOMAS
Kepala SMP Strada Slamet Riyadi Kota Tangerang, Lusia Yefin Bertiana Winarno, menjelaskan bahwa sekolahnya telah mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dan perubahan iklim ke dalam kegiatan sehari-hari. “Kami memasukkan topik perubahan iklim ke beberapa mata pelajaran seperti IPA, IPS, seni, dan matematika. Dengan menggunakan Kurikulum Merdeka, guru didorong untuk berinovasi, termasuk melalui proyek berbasis lingkungan seperti pengolahan sampah dan pengamatan tanaman di sekolah,” katanya.
Lusia juga menyebutkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan pramuka turut melibatkan siswa dalam proyek lingkungan, seperti penanaman pohon, daur ulang sampah, dan pembuatan hand sanitizer berbasis tanaman.
Dengan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pendidikan perubahan iklim dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya berdasarkan instruksi, tetapi juga karena manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi generasi mendatang.
Artikel Terkait
Kadis Kominfo Jatim Dialog Interaktif di RRI Terkait Hari Jadi Provinsi ke - 79
Pemkab Balangan Bersama KPK Gelar Evaluasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2024
Pj Gubri Hadiri Rakornas Pemantapan Implementasi Keberlanjutan Learning Management System Pamong Desa
DPMPTSP Balangan Jalani Penilaian Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
Ekspor Maluku Utara Tembus USD930,81 Juta pada September, Besi dan Nikel Mendominasi
Sekda Kubu Raya Apresiasi Pekerja Sosial
Mudahkan Layanan Pengukuran, Disperindag Sleman Luncurkan Aplikasi SIMPELOMAS
Tak hanya Ikon Keindahan Kota, Alun-Alun Batang Dipersiapkan Jadi Pusat Ekonomi Rakyat
Kemendagri: Indeks Pembangunan di Papua Naik 5,6 Persen
Indonesia Promosikan Kemajuan Perkeretaapian Nasional di Kancah Internasional