RIAUMAKMUR.COM - Pajabat Sementara (Pjs) Bupati Banjar, Akhmad Fydayeen, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ikwansyah, melakukan panen padi bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Serasi, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, pada Selasa (5/11/2024) pagi.
Acara panen bersama ini juga menandai berakhirnya program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar dan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, yang telah berlangsung sejak Juli 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Ikwansyah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Banjar dan Kelompok Tani Serasi atas partisipasi mereka dalam program SLI, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen.
Baca Juga: Atensi 100 Hari Kerja Presiden Prabowo, 16 Pelaku Judi Online Ditangkap Polda Riau
Menurut Ikwansyah, perubahan iklim dapat mempengaruhi hasil pertanian, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas, yang pada akhirnya dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, program SLI diharapkan menjadi solusi adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
“Dengan adanya SLI, diharapkan para petani dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang iklim dan memperoleh keterampilan untuk mengantisipasi fenomena iklim dalam aktivitas pertanian mereka,” ujar Ikwansyah.
Selain itu, Ikwansyah juga menyampaikan perhatian pemerintah terhadap keluhan para petani mengenai serangan hama tikus dan burung yang sering merusak tanaman padi. Ia memastikan bahwa permasalahan ini akan menjadi perhatian Dinas Pertanian untuk dicari solusi yang tepat.
Baca Juga: Pantau Logistik Pilkada, Pj Bupati Sanggau Tekankan Pentingnya Hak Suara Warga
Terkait permintaan Poktan Serasi mengenai penyediaan mesin handtraktor, Ikwansyah menyatakan bahwa hal tersebut akan dipertimbangkan sepanjang sesuai dengan kebutuhan petani dan peraturan yang berlaku.
“Insya Allah, Dinas Pertanian akan memfasilitasi penyediaan mesin handtraktor, selama itu memang diperlukan oleh petani dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengungkapkan bahwa luas lahan yang akan dipanen dalam waktu dekat mencapai 1.200 hektare, dengan hasil per hektare mencapai 5,2 ton gabah. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan hasil padi lokal yang hanya mencapai 3,5 ton per hektare.
Baca Juga: MTQ XII Nagan Raya Resmi Dibuka, Pj Bupati Ajak Tanamkan Kecintaan Al-Qur'an pada Anak Sejak Dini
“Masalah hama tikus dan burung dapat diatasi dengan penyemprotan obat atau dengan cara tanam serentak. Karena saat ini banyak lahan yang sudah dipanen, hama seperti tikus dan burung akan berkumpul di area yang masih ada tanaman,” jelas Warsita.
Terkait dengan permintaan mesin handtraktor dari Poktan Serasi, Warsita menjelaskan bahwa salah satu Poktan di Desa Sungai Batang yang telah berbadan hukum sudah menerima bantuan tersebut.
“Kami harap Poktan Serasi yang belum berbadan hukum segera mengurusnya, agar bisa difasilitasi,” tutup Warsita.
Artikel Terkait
KIP Gelar Training of Trainer untuk PPK se-Aceh Utara
MTQ XII Nagan Raya Resmi Dibuka, Pj Bupati Ajak Tanamkan Kecintaan Al-Qur'an pada Anak Sejak Dini
Kota Pariaman Jadi Tuan Rumah Rakor Pilkada Serentak 2024 se-Sumatra Barat
Kota Pariaman Terima Penghargaan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2023
Pantau Logistik Pilkada, Pj Bupati Sanggau Tekankan Pentingnya Hak Suara Warga
Atensi 100 Hari Kerja Presiden Prabowo, 16 Pelaku Judi Online Ditangkap Polda Riau
Tuban Fair 2024 Jadi Wahana Pameran Dagang dan Pembangunan
Tak Penuhi Janji Bisnis, Agung Nugroho Digugat Wanprestasi Senilai Rp21 Miliar di PN Pekanbaru
Kemendagri Luncurkan LMS Pamong Desa untuk Pelatihan Aparatur Desa
Usai Tampil Memukau di Debat, Cabup Bengkalis Syahrial Disambut Antusias Seribuan Warga Pulau Rupat, Boyong Calon Gubernur Riau Syamsuar