RIAUMAKMUR.COM - Usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rumah Tamadun berhasil berinovasi memanfaatkan limbah lidi sawit menjadi produk bernilai tinggi.
UMKM Rumah Tamadun dinilai unggul dalam empat parameter yakni mampu bertahan dan berkembang dalam dinamika pasar dan menghadapi tantangan. Kemudian, UMKM ini berhasil memanfaatkan bahan baku lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
UMKM Rumah Tamadun juga mampu berinovasi dalam kreativitas dan bersaing di pasaran serta memberikan dampak sosial dan lingkungan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba Internasional Senilai Rp418 Miliar
Penggerak Rumah Tamadun, Hendra menjelaskan, Tas Lidi Sawit merupakan produk berbahan dasar lidi sawit yang merupakan limbah dari pohon kelapa sawit.
“Lidi sawit, yang biasanya hanya dibuang begitu saja, berhasil diolah menjadi produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi," katanya, Kamis (7/11).
"Inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana limbah bisa dimanfaatkan dengan kreatif dan diubah menjadi barang yang bernilai jual tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: Fleksibilitas Kebijakan LPDP Diterima Positif Penerima Beasiswa
Dalam pengembangan produk ini, Rumah Tamadun juga memerhatikan aspek kelestarian lingkungan. Proses produksinya dibuat seefisien mungkin, dengan minim limbah tambahan, sehingga tetap menjaga keseimbangan alam.
Produk tas ini juga mampu bersaing di pasar, baik dari segi desain maupun kualitas, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang peduli lingkungan.
"Tas Lidi Sawit merupakan simbol bahwa limbah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan estetis, jika kita mau berinovasi dan memikirkan cara-cara baru untuk mengelolanya," kata Hendra.
Artikel Terkait
Presiden Tegaskan Aparat Hukum Tak 'Backing' Judi Online
Status Gunung Marapi Naik Jadi Siaga
KemenPPPA Pastikan Kawal Korban Kekerasan Seksual Anak Purworejo
Komisi Yudisial: Jumlah Pemantauan Persidangan Capai 808 Laporan
Fleksibilitas Kebijakan LPDP Diterima Positif Penerima Beasiswa
Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba Internasional Senilai Rp418 Miliar
Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Diklat Percepatan Penurunan Stunting bagi Guru PAUD
Dinsos Kabupaten Probolinggo Lakukan Pembinaan dan Revitalisasi Karang Werdha
Berat Badannya Naik Dengan Pipi yang Kembali Chubby, Visual Wonyoung IVE Buat Knetz Jatuh Cinta
Projo Riau: Budi Arie Setiadi, Pelopor Pemberantasan Judi Online