Jelas dia, TB merupakan pandemi terbesar di dunia sampai sekarang tidak tertangani. Oleh karena itu dia ingin memastikan bahwa TB sebagai penyakit menular harus bisa diidentifikasi, diskrining, didiagnosa, di seluruh jajaran fasilitas kesehatan.
Katanya, obat-obatan TB rezim baru jauh lebih mudah dan lebih pendek waktunya, sehingga harus dipastikan bisa diminum oleh seluruh penderita TB.
"Dengan dua hal tersebut diharapkan bisa turun pravelensi TB nya jauh dibawa angka yang sekarang," ucapnya.
Terakhir, Menkes menyebutkan jika pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal juga menjadi program prioritas.
Sehingga daerah terpencil dan tertinggal memiliki rumah sakit minimal tipe C dengan peralatan standar yang bisa menangani stroke, kanker dan jantung.
"Ada 66 (rumah sakit) yang akan dibangun oleh Kemenkes dan diharapkan bisa selesai 2 tahun dengan standar milik nasional. Saya titip pesan Dirjen Fasilitas Layanan Kesehatan agar ini dilakukan dengan hati-hati, dengan efektif dan efisien, sehingga kualitas yang dibangun benar," tuturnya.
Artikel Terkait
Gunung Lewotobi Kembali Erupsi Selasa Dini Hari
Pj Bupati Seruyan Lepas Study Tour Paskibraka 2024 sebagai Apresiasi atas Keberhasilan Upacara HUT ke-79 RI
Nilai SAKIP Tahun 2024 Meningkat, Pemkab Pangkep Targetkan Kategori Sangat Baik
Pemkab Pangkep Resmi Luncurkan Peluncuran Posyandu Era Baru
Rehabilitasi Intake Air Palukahan Gadang Capai 73 Persen, Siap Pulihkan Pasokan Air
Blue Ocean Minang Run 2025: Kegiatan Lari untuk Mempromosikan Wisata Kota Padang
Lansia Padang Makin Panjang Umur, Kiat Sehat Bikin Angka Harapan Hidup Naik!
BRI RO Pekanbaru Peringati Hari Pahlawan, Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu
Ribuan Warga Akan Hadiri Kampanye Akbar Abdul Wahid di Kampar dan Pekanbaru
Dekranasda Riau Gelar Lomba Desain Motif Tenun dan Batik Khas Riau, Total Hadiah Jutaan Rupiah