RIAUMAKMUR.COM - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti pentingnya penguatan kedudukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana di Indonesia.
Hal itu disampaikan Cucun dalam pertemuan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan BPBD Provinsi Sumatra Utara di Medan pada Sabtu (16/11/2024).
Cucun menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana akan menjadi salah satu prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI periode ini.
"Kedudukan BNPB menjadi perhatian kami di DPR. Kemarin revisi undang-undangnya sempat tertunda, tapi akan segera kita bahas. Tidak hanya soal kedudukan, tetapi juga berbagai aspek terkait BNPB, termasuk bagaimana struktur di bawahnya bisa lebih kuat, khususnya saat tanggap darurat," ujarnya dalam siaran pers.
Politisi Fraksi PKB itu juga menyoroti keterbatasan anggaran yang dimiliki BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Menurut Cucun, dukungan anggaran sangat penting mengingat Indonesia, termasuk Sumatera Utara, merupakan wilayah yang rawan bencana.
"Anggaran BPBD itu relatif kecil. Padahal, kita tahu Sumatera Utara ini rawan bencana. Dari total 267 bencana yang terjadi di Sumatera, 237 di antaranya terjadi di Sumatera Utara. Ini jelas membutuhkan perhatian lebih, termasuk dukungan anggaran," jelas Cucun.
Sebagai Pimpinan DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Cucun menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana harus menjadi perhatian serius. Saat ini, BPBD bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara BNPB di tingkat nasional memiliki dana on-call yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan bencana.
“Selama ini, penanganan bencana nasional masih tertangani dengan baik, terutama berkat pemisahan anggaran antara kementerian/lembaga untuk BNPB dan dana on-call. Namun, untuk BPBD, karena dananya hanya dari APBD provinsi atau kabupaten/kota, dukungan lebih harus diberikan,” tambahnya.
Cucun berharap revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana dapat memberikan solusi komprehensif, termasuk penguatan struktur organisasi, alokasi anggaran, dan kewenangan BPBD. Dengan langkah ini, Cucun yakin koordinasi penanggulangan bencana antara BNPB dan BPBD di seluruh wilayah Indonesia dapat berjalan lebih efektif.
"Revisi undang-undang ini adalah langkah untuk memastikan bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara lebih terorganisir, dengan peran yang jelas antara BNPB dan BPBD di setiap tingkatannya," ujar Cucun.
Selain itu, Cucun juga menyoroti tingginya jumlah bencana yang terjadi di Sumatra Utara, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan risiko bencana tertinggi di Indonesia. "Sumatera Utara membutuhkan perhatian khusus. Kita harus memastikan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk anggaran, benar-benar dirasakan hingga ke daerah," jelasnya.
DPR RI terus mendorong penguatan BNPB dan BPBD melalui revisi undang-undang dan kebijakan strategis lainnya. Cucun berharap langkah ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana dan melindungi masyarakat dari dampaknya.
Artikel Terkait
Bey Machmudin: Tukar Gagasan CEO, Tumbuhkan Perekonomian Jawa Barat
Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Begini Sejarah Letusan Puncak Berapi Kembar di NTT
Korban Kecelakaan Tol Cipularang Capai 30 Orang, Cerita Keluarga Pengendara yang Selamat: Sempat Video Call hingga Nonton Berita
Akbar Faizal Kritik Gibran Soal Layanan Aduan Warga RI ke Istana hingga Pembelaan Warganet Untuk Sang Wapres
Menkomdigi Tak Kuasa Menahan Air Mata Usai Dengarkan Curhat Ibu-Ibu yang Terlilit Utang Gegara Keluarganya Jadi Pecandu Judi Online
Timnas Jepang Berani Tandang di Jakarta! Begini 3 Fakta Terbaru Soal Keamanan GBK yang Ditakuti Timnas Bahrain dan AFC
Pengikut di Medsos Auto Nambah! Kevin Diks Ungkap Perasaan Bangganya Usai Jalani Latihan Perdana Bareng Skuad Shin Tae-yong
3 Fakta Soal Kebijakan Baru Mendikdasmen yang Menuai Sorotan, Mulai dari Matematika Untuk Anak TK hingga Siswa Kelas 4 SD Belajar AI
Sinopsis Film 'Believe' yang Mengisahkan Lika-Liku Pejuang Veteran di Operasi Seroja pada Tahun 1975!
3 Momen Serbuan Netizen ke Klub Pemain Timnas Indonesia, Terbaru Mees Hilgers yang Tak Diizinkan FC Twente Pergi Bela Garuda