Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona merah yang memiliki radius 7 km dari pusat erupsi, serta sektor 9 km di arah Barat Daya dan Barat Laut.
Di sisi lain, AKBP I Nyoman mengingatkan agar masyarakat di posko pengungsian tetap saling menjaga satu sama lain untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di posko pengungsian diharapkan dapat bekerja sama dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya bantuan yang datang dari berbagai pihak, baik dari Flores Timur maupun dari luar wilayah NTT.
Baca Juga: Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pelajar Korban Erupsi Lewotobi
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan koordinasi yang baik antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, diharapkan kondisi keamanan dan situasi pengungsian tetap terjaga, sehingga warga yang terdampak erupsi dapat segera kembali ke kehidupan normal mereka.
Berdasarkan data per 22 November 2024 pukul 20.00 WITA, total pengungsi mencapai 12.962 jiwa, yang tersebar di enam pos lapangan pengungsian. Rinciannya, sebanyak 5.599 jiwa mengungsi secara mandiri di rumah warga atau keluarga, sementara 7.363 jiwa mengungsi di posko pengungsian.
Artikel Terkait
Perangi Hipertensi, Pemkot Banjarbaru Gencarkan Edukasi Kesehatan Jantung
Sosialisasi dan Tingkatkan Partisipasi Pemilih KPU Seruyan Laksanakan Jalan Sehat Pilkada Damai
Pisah Sambut Pjs Bupati Balangan, Thaufik Hidayat Resmi Digantikan Sutikno
Pilkada Siak Kondusif, Paslon Berbaur dalam Olahraga Bersama
UMRI Perkuat Bidang Biologi dengan Kolaborasi Akademik Bersama UKM
Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jadi Pemilih Rasional di Pilkada
Patroli di Ruang Digital, Kemkomdigi Pastikan Data Pilkada Aman
Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pelajar Korban Erupsi Lewotobi
Kemkomdigi Ikut Luncurkan Program Studi Baru DCMA
Ziarah Makam, Keturunan Datuk Laksmana Raja Dilaut Minta Peran Pemkab Bengkalis Jaga Kelestarian Cagar Budaya