Gerakan ABSO: Lindungi Lingkungan, Kendalikan Resistensi Antimikroba

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Selasa, 26 November 2024 | 14:00 WIB
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh). (InfoPublik)
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh). (InfoPublik)

RIAUMAKMUR.COM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) bekerja sama dengan Apotek Kimia Farma menginisiasi Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO), Jumat (22/11/2024).

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah obat yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus memperingati Pekan Kesadaran Antimicrobial Resistance (AMR) Sedunia.

Kegiatan ini menjadi tonggak bersejarah, karena Apotek Kimia Farma menjadi apotek pertama di Aceh yang menyediakan fasilitas tempat sampah khusus untuk limbah obat.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 7 Km

Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya pasien, untuk membuang obat-obatan yang sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai dengan cara yang benar, sehingga dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.

Dalam sambutannya, Branch Manager Apotek Kimia Farma, Miftakhul Janah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BPOM Aceh dan menegaskan komitmennya untuk mendukung gerakan ABSO.

“Harapannya, ini bisa memudahkan pasien untuk membuang obat, termasuk antibiotik, dengan cara yang tepat,” ujar Miftakhul.

Baca Juga: KemenPPPA Minta Pemda Jalankan Layanan Terpadu Korban Kekerasan

Ketua Tim Bidang Inspeksi Obat BPOM Aceh, Naila, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, apotek, dan masyarakat dalam mengendalikan resistensi antimikroba melalui edukasi dan pengelolaan limbah obat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pasien, untuk tidak bingung lagi dalam membuang sampah obat. Cukup datang ke Apotek Kimia Farma dan buang ke tempat sampah yang telah disediakan. Dengan langkah ini, kita dapat menyelamatkan lingkungan sekaligus mengendalikan AMR di daerah kita,” jelas Naila.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Banda Aceh, Khalil Fahmi, turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami, para apoteker, sangat bangga dengan hadirnya fasilitas ini. Semoga ke depannya, proyek percontohan ini dapat menjadi inspirasi bagi apotek lain untuk menyediakan tempat sampah serupa, sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah di Aceh,” ungkap Khalil.

Baca Juga: Polisi Pastikan Situasi Aman di Seluruh Posko Pengungsian Erupsi Lewotobi

Sesi edukasi yang berlangsung setelahnya menghadirkan apoteker dari Kimia Farma, Dian Qatrunnada, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan antibiotik yang benar dan dampaknya terhadap resistensi antimikroba.

Selain itu, Dian juga mengedukasi peserta mengenai tata cara membuang obat dengan benar untuk menjaga keselamatan pasien serta mencegah pencemaran lingkungan.

“Jika sakit, silakan ke dokter. Tanya obat? Tanya apoteker. Cegah AMR? Ayo buang sampah obat dengan benar,” tutup Dian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X