RIAUMAKMUR.COM - Rektor UIN Suska Riau Prof Dr Hairunas, M Ag, menyampaikan bahwa generasi yang unggul tidak hanya dilihat dari seberapa kecerdasan bukan hanya dari aspek akademis, tetapi juga dari kualitas moral dan etika atau “Ber-akhlakul Karimah”.
Jal tersebut disampaikannya saat Wisuda Diploma dan Sarjana ke-113, Magister ke-93 dan Doktor ke-61, Periode XV Tahun Akademik 2024-2025.
Rektor menjelaskan, Indonesia sebagai bangsa yang besar amat membutuhkan pemimpin masa depan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, komitmen pada nilai-nilai keadilan, serta mampu memberikan contoh suri tauladan yang baik dalam kehidupan sosial dimana nanti para wisudawan bekerja/berkarya.
Baca Juga: Polri Bertekad Pertahankan Opini WTP pada 2024
"UIN Suska Riau sebagai salah satu PTKIN terkemuka di Indonesia memiliki tugas untuk menanamkan nilai-nilai tersebut yang dipekuat dengan ajaran Islam melalui pendidikan yang berfokus pada penguatan karakter, budi pekerti, sehingga mewujudkan alumni PTKIN Ber-Akhlak,"ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan,dengan menghasilkan alumni yang berkarakter Islami, generasi muda Indonesia diharapkan akakan semakin unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak, membuktikan bahwa UIN Suska Riau turut serta dalam menciptakan masyarakat yang bermartabat dan beradab, serta mampu berkontribusi pada kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, tujuan utama kita adalah menghasilkan individu-individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam kepribadian, berbudi pekerti luhur, dan dapat memberikan manfaat bagi umat manusia.
Baca Juga: Pemerintah Operasikan 47,6 KM Tol Baru Jelang Nataru
Untuk itu, Rektor dan seluruh civitas akademika UIN Suska Riau terus mengingatkan bahwa diri kita semua harus berakhlak dengan mencontoh keteladahan Nabi Allah, Muhammad SAW.
"Yang merupakan pondasi utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan hingga kita bekerja serta berkarya," tegas Rektor
Rektor juga menjelaskan, Ilmu tanpa akhlak yang baik bisa menjadi berbahaya, karena seseorang yang hanya mengedepankan pengetahuan tanpa membangun karakter yang mulia dapat terjebak pada egoisme, kesombongan, dan bahkan merugikan orang lain.
Baca Juga: Komdigi Blokir Akun IG Promo Judol Ribuan Pengikut
Sebaliknya, akhlak yang mulia tanpa ilmu yang memadai mungkin tidak mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, keduanya, akhlak dan ilmu merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan,"terangnya.
Namun, dalam konteks ini, kita mengingatkan diri kita bahwa akhlak harus selalu didahulukan, karena akhlaklah yang akan membimbing kita untuk mengelola ilmu dengan bijaksana, penuh tanggung jawab, dan beretika.
Artikel Terkait
Dukung Progam Panglima TNI, Yonif 132/BS Salo Lakukan Panen Ikan Patin Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan
Muliardi: Birokrasi yang Bersih dan Transparan akan Tingkatkan Kinerja Kemenag
Ibu-ibu PKK Riau Diajak Jadi Agen Perubahan untuk Keselamatan Berlalu Lintas
Zuliana Rahman Hadi: Peran Ibu-ibu PKK Sangat Penting dalam Keselamatan Berlalu Lintas
Jelajahi Keindahan Tanjung Lapin di Rupat Fest
Waspada, Cuaca Ekstrem Terjadi saat Nataru 2024-2025
BPS: Unit Usaha Indonesia Banyak di Sektor Pangan
Komdigi Blokir Akun IG Promo Judol Ribuan Pengikut
Pemerintah Operasikan 47,6 KM Tol Baru Jelang Nataru
Polri Bertekad Pertahankan Opini WTP pada 2024