Wamendagri: Indonesia Butuh Pemimpin Berkualitas Dunia

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Senin, 16 Desember 2024 | 20:00 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto (tengah). (ANTARA)
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto (tengah). (ANTARA)

RIAUMAKMUR.COM - Diperlukan pemimpin berkualitas dunia yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kemampuan multidimensi, dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2024 dengan tema “Simposium Nasional Indonesia Emas”, di Institut Pertanian Bogor (IPB) Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/12/2024).

“Pemimpin berkualitas dunia dengan kearifan lokal, punya kemampuan multidimensional, mewakili semua kepentingan, punya kapasitas sebagai solidarity maker dan juga administrator,” kata Bima melalui keterangan resmi, Sabtu (14/12/2024).

Baca Juga: BSN Dukung Program Makan Bergizi Gratis dengan Tetapkan SNI 3141:2024 Susu Mentah -Sapi

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan generasi penerus seperti Gen Z dan milenial untuk menjadi pemimpin masa depan, seperti bupati, wali kota, gubernur, hingga menteri.

Terkait hal tersebut, Bima juga menilai minimnya ruang untuk kaderisasi generasi muda dapat berisiko menghambat upaya pemanfaatan bonus demografi dalam meraih visi Indonesia Emas.

Untuk itu, dia menilai dengan target ambisius yang telah ditetapkan maka kaderisasi efektif menjadi kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa.

Baca Juga: Indonesia-Amerika Mitra Strategis Majukan Demokrasi dan Kemakmuran

“Bapak/ibu sekalian yang saya hormati, kita lihat langkah-langkah kita hari ini betul-betul menentukan tahapan-tahapan Indonesia Emas tadi. ICMI sebetulnya memiliki ruang untuk bisa membangun tahapan-tahapan kaderisasi kepemimpinan,” ujarnya.

Bima  menekankan, bahwa kawah candradimuka untuk kepemimpinan nasional sedianya bisa datang dari daerah mana saja, baik mereka yang menempuh pendidikan di dalam negeri maupun luar negeri.

Meski demikian, dia menekankan bagaimana memastikan lulusan luar negeri bisa disiapkan menjadi kader yang berkarakter, beriman dan bertakwa, serta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Baca Juga: BI: Sepekan, Modal Asing Masuk Sebesar Rp7,33 Triliun

“Setiap ke luar negeri saya selalu berusaha untuk berdialog dengan anak-anak kita di luar negeri. Banyak dari mereka ketika pulang berjuang sendiri-sendiri. Sebagian enggak pulang karena menganggap ekosistem Indonesia belum siap,” ucapnya.

Mantan Wali Kota Bogor itu menegaskan, bahwa persiapan pemimpin berkarakter menjadi kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa.

Meski banyak pemimpin yang visioner dan kompeten, dia menyinggung tak sedikit pula pemimpin yang masih berorientasi pada kepentingan pribadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X