RIAUMAKMUR.COM - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program "Belanja di Indonesia Aja dan Diskon" atau BINA Diskon. Program belanja menyambut Natal dan Tahun Baru ini berlangsung mulai tanggal 20-29 Desember 2024 dengan partisipasi 80.000 gerai belanja.
"Diskonnya 50 Hingg 70 persen, seluruhnya produk Indonesia dan UMKM. Jadi kegiatan ini termasuk kegiatan yang di ekonomi kita kategorikan sebagai penghematan devisa," kata Menko Airlangga dalam peluncuran BINA Diskon di Mall Sarinah, Jakarta, Jumat (20/12/2024).
BINA Diskon bukan hanya digelar di mal-mal, tapi juga dalam gelaran Pasar Malam yang berlangsung hingga tengah malam. Program belanja ini dilakukan serentak di 24 provinsi di Indonesia hingga Papua.
Baca Juga: Mensos: Gotong Royong Merupakan Warisan Leluhur Harus Dibangkitkan
Menurut Menko Airlangga, target transaksi dari penyelenggaraan BINA Diskon sebesar Rp22 triliun. Sebelumnya, pemerintah juga digelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dengan target transaksi Rp35-40 triliun.
"Nanti akan dihitung semuanya tanggal 29 (Desember), mudah-mudahan dengan dua program ini transaksi bisa mencapai Rp50 triliun. Ini sangat berarti dalam mendongkrak penjualan dan bisa menjadi penopang konsumsi," ujar Menko Airlangga.
Perekonomian Indonesia, tambah Menko, punya resiliensi karena konsumsinya kuat sekitar 50-60 persen. Sekarang, dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah, diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Kemenkum: Kepemimpinan Jusuf Kalla di PMI Sah
Sebelumnya pemerintah mengumumkan pemberian sejumlah subsidi bagi masyarakat, menyusul kebijakan kenaikan PPN menjadi 12 persen tahun depan. Subsidi itu diantaranya diskon listrik selama dua bulan dan subsidi Pajak Penghasilan (PPh) di sektor padat karya.
"Jadi berbagai paket yang diberikan diharapkan bisa menunjang daya beli dan mendorong konsumsi. Sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi di akhir tahun, dan di awal kuartal pertama tahun 2025," ucap Menko Airlangga.
Sementara Ketua Panitia BINA Diskon, Fetty Kwartati mengatakan, sebanyak 380 perusahaan berpartisipasi dalam program belanja ini. Selain ada 800 merk global, lokal dan UMKM dan program ini diselenggarakan di 396 pusat perbelanjaan.
Baca Juga: MPR Dorong Peringatan HKSN Tingkatkan Solidaritas dan Persatuan
"Ini merupakan program BINA Diskon pertama, jadi kami berharap di tahun-tahun selanjutnya lebih banyak pesertanya. Tujuan program belanja ini diantaranya mengoptimalkan penyerapan produk lokal dan memaksimalkan potensi belanja masyarakat," kata Fetty.
Bagi para peritel, tambah Fetty, moment Nataru adalah masa panen. Pemerintah ingin menyatukan berbagai program belanja di akhir tahun melalui BINA Diskon.
"Nantinya program ini ingin dijadikan program yang sangat massif, seperti program belanja yang sudah terkenal di luar negeri 'Black Friday'. Jadi BINA Indonesia nantinya menjadi 'Black Friday' versi Indonesia," ujar Fetty
Artikel Terkait
MPR Dorong Peringatan HKSN Tingkatkan Solidaritas dan Persatuan
Kemenkum: Kepemimpinan Jusuf Kalla di PMI Sah
Mensos: Gotong Royong Merupakan Warisan Leluhur Harus Dibangkitkan
Terima Bantuan UKT dari Bank Indonesia, Ini yang Disampaikan Rektor UNRI
Menag Dorong Pengembangan MTQ untuk Lahirkan Imam Berkualitas
KPK Geledah Ruangan Direktorat OJK Kasus Dana CSR
Reaksi Beragam Netizen Korea Usai G-Dragon BIGBANG Gercep Bantah Rumor Kencannya Dengan Aktris Han Sohee
Tiga Aktor Ini Disebut Jadi Bintang Muda China yang Naik Daun 2024, Sukses Perankan Karakter Pria Paling Membekas
Sinopsis Drama Chasing the Wind, Kisah Perjuangan Jiang Zhenyu dan Gu Zicheng Jadi Atlet Seluncur Cepat yang Dibalut Romansa
Aktris China Bintang Drama Dashing Youth Ini Curi Perhatian Netizen Korea Karena Terlihat Seperti Adik Kim Jiwon