Respon Cepat Banjir di Pusako, Pemerintah Hadir Dirikan Dapur Umum

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Jumat, 31 Januari 2025 | 10:00 WIB
Pengungsi banjir di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Riau. (Mediacenter Riau)
Pengungsi banjir di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Riau. (Mediacenter Riau)

RIAUMAKMUR.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Siak, Riau, sejak Selasa (28/1/2025) menyebabkan banjir di Kecamatan Pusako.

Akibatnya, 50 jiwa dari 15 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di tenda pengungsian milik BPBD Siak. Pemerintah Kabupaten Siak bergerak cepat dengan mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir.

"Kemarin kami sudah mendirikan dapur umum beserta bahan pangan dari Baznas. BPBD juga mendirikan tenda untuk tempat tinggal warga sementara," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga: Kementerian Hukum Lengkapi Dokumen untuk Ekstradisi Paulus Tannos

Dijelaskan, bahwa dapur umum ini akan melayani warga selama di pengungsian. BAZNAS Siak juga membantu bahan pokok untuk kebutuhan warga di pengungsian.

"Dalam waktu dekat kita juga akan menyalurkan bantuan berupa sembako seperti beras, tepung, telur, dan minyak goreng. Bersama dinas terkait, kami terus memantau kondisi warga musibah banjir ini. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi," ," sebutnya.

Wakil Ketua Bapekam Kampung Dosan, Abuzar, menyampaikan 15 KK sudah menempati tenda pengungsian sejak malam sebelumnya. "Genangan air menyentuh lutut orang dewasa," ujarnya.

Baca Juga: Pertamina EP Jambi Raih Produksi 7.000 BOPD

Banjir terparah terjadi di dua RT, yaitu RT 05 dan 06, termasuk Simpang Obor Jalan Lintas Provinsi arah Tanjung Buton. Akibatnya, pengendara sulit melintasi jalan tersebut karena air yang cukup dalam.

"Selain permukiman dan kebun warga, banjir juga merendam Simpang Obor. Kurang lebih 2 km jalan terendam air setinggi 60 cm sehingga mobil kecil tidak dapat melintas," kata Abuzar.

Banjir ini menyebabkan akses transportasi menjadi sulit dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Banjir ini disebabkan oleh pendangkalan kanal dan penyumbatan di gorong-gorong yang pecah sehingga air tidak lancar.

Baca Juga: Kemen PPPA Sosialisasikan Ruang Bersama Indonesia

"Di Simpang Pol Airud ada gorong-gorong yang pecah, sehingga air tak lancar mengalir ke kanal besar," pungkasnya.

Perbaikan infrastruktur yang rusak menjadi penting untuk mencegah banjir berulang di masa depan. Pemerintah Kabupaten Siak terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menangani situasi banjir ini.

Selain penyediaan kebutuhan dasar, upaya evakuasi dan pertolongan juga terus dilakukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X