RIAUMAKMUR.COM - Para pemudik mulai kembali ke Jakarta untuk memulai aktivitas usai libur panjang Lebaran 2025.
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 April 2025, mengingat tanggal 8 April menjadi hari pertama masuk kerja.
Namun, dengan aturan terbaru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), ASN diberikan keleluasaan untuk bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) pada 8 April 2025.
Baca Juga: Arus Balik Padat, Tol Cisumdawu Disiapkan Jadi Jalur Gratis Tambahan
Kebijakan ini disambut positif oleh Kementerian Perhubungan karena dinilai dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat arus balik.
“Dengan adanya WFA pada 8 April 2025, perencanaan arus balik bisa berjalan lebih baik dan kepadatan lalu lintas di hari-hari puncak dapat dikurangi,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Minggu, 6 April 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga mengingatkan para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
“Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan agar arus balik berjalan lancar, aman, dan tentunya selamat,” ucapnya.
Dudy menambahkan bahwa berdasarkan data Kepolisian, kasus kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran 2025 menunjukkan penurunan.
Baca Juga: WFA ASN Diperpanjang! Menhub Sebut Bisa Bantu Kelancaran Balik Mudik
“Alhamdulillah, hingga saat ini, data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas menurun. Ini tentu hasil kerja sama dan kolaborasi banyak pihak,” jelasnya.
Ia berharap tren positif ini bisa terus dipertahankan hingga arus balik berakhir.
“Sekali lagi, kami minta masyarakat tetap hati-hati, jaga kondisi tubuh, dan jangan memaksakan diri agar bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” tambahnya.
Kecelakaan Menurun 31 Persen
Sebelumnya, Korlantas Polri mengungkapkan bahwa angka kecelakaan selama masa mudik dan Lebaran 2025 mengalami penurunan signifikan, yakni sebesar 31,37 persen dibandingkan tahun lalu.
Jumlah korban meninggal dunia juga menurun sebesar 32 persen, dari 324 jiwa pada 2024 menjadi 223 jiwa pada 2025.
Artikel Terkait
Terbukti Bunuh Juwita, Sikap Oknum TNI AL Dibongkar Kakak Korban: Lamaran pun Tak Dihadiri
Terbongkar! Oknum TNI AL Diduga Habisi Jurnalis Juwita di Dalam Mobil, Berencana Sejak Awal
Fakta Baru Pembunuhan Jurnalis Banjarbaru, Juwita Diduga Dirudapaksa Sebelum Dibunuh
Kunci Kasus Terkuak! Barang Bukti Ini Menguak Kejadian Sebelum Pembunuhan Juwita Jurnalis Banjarbaru
Hapus Sidik Jari, Pelaku Sempat Cuci Motor Juwita dan Atur TKP ala Kecelakaan Tunggal
33 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Juwita, Jurnalis Banjarbaru Dibunuh Kekasihnya Sendiri
Juwita Dibunuh Usai Dirudapaksa, Rekonstruksi Pembunuhan Bongkar Kekejian Oknum TNI AL