Tanam Padi Pakai Drone di Sumsel, Prabowo: Dulu 1 Hektare 25 Hari, Sekarang 25 Hektare Sehari

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 23 April 2025 | 18:36 WIB
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Presiden)
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Presiden)

RIAUMAKMUR.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai penanaman padi menggunakan teknologi drone di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian nasional.

Dalam sambutannya pada acara Tanam Raya, Prabowo menyampaikan bahwa sekitar 105.000 hektare sawah di Sumsel sedang dikembangkan dengan teknologi pertanian paling mutakhir di dunia.

Baca Juga: Petani Lampung Nangis! Harga Gabah Cuma Rp5.400, Curhat Langsung ke Presiden Prabowo

Menurutnya, penggunaan drone dalam proses penanaman padi terbukti jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia.

"Ini ternyata bisa sehari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektare pakai tenaga manusia lamanya 25 hari. Sekarang 25 hektare bisa dalam sehari," ujar Prabowo.

Ia optimistis, teknologi ini akan mengubah 100 ribu hektare lahan di Sumsel menjadi sawah produktif, sekaligus mendorong kemandirian pangan nasional.

Tren penggunaan drone untuk pertanian sendiri bukan hal baru. Pada 2024 lalu, para petani di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga mulai memanfaatkan teknologi ini.

Salah satu contohnya adalah penggunaan drone untuk menyemprot pupuk cair NPK Phonska Alam secara efisien melalui jalur udara.

Baca Juga: Raja Abdullah II Sambut Khusus Presiden Prabowo

Petani setempat, Ridwan Sanjaya, menyambut baik teknologi tersebut karena dianggap mampu membantu regenerasi petani yang selama ini terhambat oleh stigma profesi.

"Iya bagus sih. Soalnya anak muda sekarang pada malu jadi petani. Padahal kalau jadi petani juga sebetulnya bisa menguntungkan," ujar Ridwan saat ditemui pada 21 Juni 2024.

Ridwan juga menilai penggunaan drone dapat memangkas biaya tenaga kerja dan mempercepat masa tanam.

"Adanya drone itu sebetulnya mempermudah, mengurangi cost untuk buruh tani. Kita para petani juga kesulitan mencari petani baru," tandasnya.

Dengan semakin meluasnya adopsi teknologi pertanian seperti drone, pemerintah berharap sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dan menarik minat generasi muda.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X