Ini Beda Pendekatan Dedi Mulyadi VS Pramono Anung Atasi Tawuran dan Kenakalan Remaja

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 21 Mei 2025 | 19:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

RIAUMAKMUR.COM - Isu kenakalan remaja, khususnya maraknya aksi tawuran antar pelajar, kembali menjadi perhatian publik.

Pemerintah daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta pun mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini.

Dua kepala daerah, yakni Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tampil dengan pendekatan yang berbeda namun sama-sama bertujuan membentuk karakter remaja yang lebih positif.

Baca Juga: Erick Thohir Berduka atas Wafatnya Ibrahim Sjarief, Sosok Pengacara Andal dan Sahabat Baik

Panca Waluya ala Dedi Mulyadi

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi menerapkan program pendidikan karakter bernama Panca Waluya. Program ini bertujuan membentuk pribadi pelajar agar lebih beradab dan bertanggung jawab.

Salah satu pendekatan dalam Panca Waluya adalah pembinaan khusus bagi siswa yang terlibat dalam kenakalan remaja, seperti tawuran, balapan liar, hingga kecanduan game online.

Mereka dikirim untuk mengikuti pelatihan karakter di barak milik TNI.

Terbaru, sebanyak 273 siswa telah menyelesaikan program pendidikan karakter selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, dan dipulangkan pada Selasa, 20 Mei 2025.

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," kata Dedi saat menyampaikan pidato di Gedung Sate, Bandung.

Manggarai Bersholawat ala Pramono Anung

Sementara itu di DKI Jakarta, Pramono Anung mengusung pendekatan berbasis budaya dan spiritual melalui program “Manggarai Bersholawat”.

Program ini digagas sebagai upaya meredam potensi tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Pramono menegaskan program ini akan segera digelar dalam waktu dekat sebagai bentuk ikhtiar merangkul warga, khususnya anak muda, melalui kegiatan keagamaan.

"Dalam waktu dekat, (Manggarai Bersholawat) dalam minggu ini," ujar Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X