Setkab Unggah Foto Macron di Candi Borobudur, YBAI Ingatkan Larangan Menyentuh Arca Buddha di Stupa: Seharusnya Peraturan Tidak Tebang Pilih

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 14:59 WIB
Potret Presiden Macron dan Brigitte Macron menggapai patung Buddha di dalam stupa Candi Borobudur. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Potret Presiden Macron dan Brigitte Macron menggapai patung Buddha di dalam stupa Candi Borobudur. (Instagram/sekretariat.kabinet)

RIAUMAKMUR.COM - Salah satu agenda Presiden Macron saat melakukan kunjungan ke Indonesia adalah menyambangi Candi Borobudur.

Kunjungan Presiden Macron ke Candi Borobudur turut didampingi oleh Presiden Prabowo.

Melalui unggahan di akun resmi Sekretariat Kabinet, tampak momen Macron, Brigitte, hingga Seskab Teddy yang menyentuh arca Buddha yang ada di dalam salah satu stupa.

Aksi tersebut mendapat sorotan publik, salah satunya dari Young Buddhist Association Indonesia (YBAI).

YBAI merupakan organisasi Buddhis yang khusus dalam perkembangan muda mudi Buddhis di Indonesia. 

Melalui akun resmi Twitter atau X, YBAI mengingatkan bahwa melakukan aksi menyentuh arca Buddha di dalam stupa yang disebut dengan Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan.

“Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy,” tulis YBAI dalam cuitan yang diunggah pada Jumat, 30 Mei 2025.

“Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur,” imbuhnya.

Dalam pernyataan selanjutnya, YBAI mengungkapkan bahwa kebiasaan Kunto Bimo ini bisa memberikan dampak buruk bagi kelestarian Candi Borobudur.

Selain itu, YBAI juga mengimbau bagi pemandu wisata Candi Borobudur untuk menghormati stupa.

Salah satunya dengan tidak menaiki atau duduk di bebatuan Candi Borobudur.

Dalam foto Kunto Bimo yang dilakukan oleh Brigitte Macron, tampak jelas Ibu Negara Prancis tersebut memijak batu stupa candi.

“Stupa-stupa yang ada di Candi Borobudur adalah objek suci pemujaan umat Buddha,” tulis YBAI.

“Para wisatawan dan pengunjung semua mematuhi hal ini dalam wujud rasa cinta dan peduli akan Candi Borobudur guna bisa lestari hingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita,” imbuhnya.

YBAI juga menyoroti bahwa aturan tersebut seharusnya tidak tebang pilih karena berkaitan dengan pelestarian Candi Borobudur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X