RIAUMAKMUR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan kunjungan ke Kabupaten Nduga, sebuah wilayah di Papua Pegunungan yang selama ini dikenal sebagai zona rawan konflik.
Ini merupakan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya itu, Sri Mulyani hadir bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Baca Juga: Sri Mulyani: Gaji ke-13 Cair Juni, Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Nasional
Menariknya, baik Sri Mulyani dan Sjafrie Sjamsoeddin tampak mengenakan rompi anti peluru saat menyambangi beberapa lokasi di Nduga.
Untuk diketahui, Nduga kerap disebut sebagai zona merah karena kerap terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sri Mulyani mengakui bahwa kunjungannya ke Nduga merupakan yang pertama, bahkan dalam sejarah kementeriannya belum pernah ada Menkeu yang hadir langsung ke wilayah tersebut.
“Betul apa yang dikatakan Pak Menhan, mungkin belum ada Menteri Keuangan yang ke sini (Nduga) atau ke Papua,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya, dikutip Minggu 8 Juni 2025.
Meski baru pertama kali ke Nduga, Sri Mulyani menyebut dirinya sudah beberapa kali menyambangi daerah-daerah lain di Papua dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo hingga masa pemerintahan saat ini.
“Saya sudah beberapa kali datang ke beberapa lokasi atau daerah di Papua, dan ini pertama kali (ke Nduga),” lanjutnya.
Ia menegaskan pentingnya melihat langsung kondisi di lapangan agar tak hanya mengandalkan data dan angka dalam menyusun kebijakan.
“Karena kalau melihat hanya dari angka, maka tidak bisa melihat situasi,” jelasnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertahanan yang telah mengajaknya meninjau langsung perkembangan pembangunan dan kondisi sosial di Kabupaten Nduga.
Sebelumnya, kunjungan kedua menteri ke Nduga bertujuan untuk meninjau situasi terkini serta memberikan dukungan terhadap berbagai sektor, mulai dari keamanan, pendidikan, hingga layanan kesehatan.***
Artikel Terkait
DJPb: Realisasi KUR Riau Rp3,47 Triliun, UMi Rp82,64 Miliar hingga Juni 2023
DJPb: Realisasi Transfer ke Daerah Riau Capai Rp11,37 Triliun hingga Juli 2023
PDRB Triwulan II 2023 Tumbuh 4,88 Persen, DJPb: Perekonomian Riau Stabil
DJPB Catat Realisasi Pendapatan Negara di Riau Tembus Rp24,907 Triliun hingga Akhir November 2023
BI, BPS dan DJPb Riau Rilis Indikantor Makroekonomi
Sri Mulyani Indrawati Luncurkan Buku No Limits
DJPb: Belanja Pemerintah Jadi Motor Ekonomi Riau, PDRB dan Surplus Perdagangan Menguat
DJPb Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Riau di Tengah Tantangan Global
DJPb Riau Dorong Pemda Perlu Optimalkan PAD dan Percepat Belanja Modal
Sri Mulyani: Stabilitas Ekonomi RI Terjaga Meski Diterpa Dampak Kebijakan Tarif 32 Persen Trump
DJPb Catat Kinerja Fiskal dan Ekonomi Riau April 2025 Tetap Kuat, Tapi Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Masih Jadi PR
DJPb Riau: Aktivitas Industri Riau Dinamis, Inflasi Terjaga Meski Meningkat
Sri Mulyani: Gaji ke-13 Cair Juni, Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Nasional