Solusi Atasi Sampah, DLH Palangka Raya Terapkan Program Tukar Sampah Jadi Sembako

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 28 Februari 2025 | 09:05 WIB
kegiatan tukar sampah menjadi sembako. (infopublik)
kegiatan tukar sampah menjadi sembako. (infopublik)

RIAUMAKMUR.COM -Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menggelar kegiatan tukar sampah dengan sembako di halaman Kantor DLH Kota Palangka Raya, Rabu (26/2/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya, Yuseran, menjelaskan bahwa peringatan HPSN tahun ini mengusung tema "Kolaborasi untuk Indonesia Bersih", yang menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam pengurangan sampah, terutama sampah plastik, sebagai solusi menjaga kebersihan lingkungan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengelola sampah dari sumbernya. Selain itu, kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dalam mengolah sampah rumah tangga dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), sehingga memiliki nilai ekonomis," ujar Yuseran.

Baca Juga: Kerja Sama Jadi Kunci Keberhasilan Pekanbaru Atasi Darurat Sampah

Beberapa jenis sampah yang dapat ditukarkan meliputi botol kemasan, koran bekas, kardus, minyak jelantah, kaleng susu, seng, dan aluminium. Tarif penukaran yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

  • Botol kemasan: Rp2.500/kg
  • Koran bekas: Rp2.500/kg
  • Kardus: Rp1.000/kg
  • Minyak jelantah: Rp2.000/liter
  • Kaleng susu: Rp1.000/kg
  • Seng: Rp1.000/kg
  • Aluminium: Rp8.500/kg

"Masyarakat bisa menukarkan minimal 1 kg sampah bernilai ekonomis dengan paket sembako, seperti sarden, mi instan, teh, garam, dan minyak goreng, dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp17.000 per kemasan," tambahnya.

Lebih lanjut, Yuseran menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kebijakan pengelolaan sampah daerah (Jakstrada), yang menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen di hulunya pada tahun 2025.

"Harapannya, beban TPA bisa berkurang. Jika tidak ada intervensi seperti ini, maka pengelolaan sampah di tempat pembuangan atau pemrosesan akhir akan semakin berat," tutup Yuseran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X