Baca Juga: Ada Jejak Harimau di Dekat Puskesmas Siak
Wakapolda Riau mengakui, upaya pemadaman api di lahan gambut yang kering cukup membuat kewalahan.
Akses jalan menuju lokasi pemadaman sangat sulit dilalui dengan berjalan kaki dan ditumbuhi semak belukar serta sumber air yang sulit didapat.
Selain itu, kondisi diperburuk dengan cuaca terik tanpa hujan dilokasi dalam beberapa hari ini.
Baca Juga: Yuk Nonton! Ini 4 Rekomendasi Drama China Fantasi dengan CGI Paling Indah
"Kita telah buat jalan perintis untuk memudahkan mobilisasi personil serta alat pemadaman dan membuat parit serta embung sebagai cadangan sumber air untuk kegiatan pemadaman dan membatasi laju api menuju kearah Selatan dan Timur dari bagian lahan yang terbakar," bebernya.
Ia menuturkan sejumlah alat digunakan untuk memadamkn api.
"Ada 36 alat milik Satgas Karhutla Polda Riau, Satgas Karhutla Polres Dumai, Brimob Polda Riau serta Gabungan TNI, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, Perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk pemadaman api," ujarnya.
Sementara 3 unit alat berat milik PT. Mega Green, PT. Wilmar dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga dihadirkan guna membuat embung dan parit api sejauh lebih kurang 2 kilometer.
Wakapolda Riau mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat untuk sama-sama berdoa dan melaksanakan Sholat Istisqo agar hujan segera turun khususnya dilokasi Karhutla.
"Selama belum padam kita akan tetap bertahan melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla," tutupnya.
Artikel Terkait
Dumai Diselimuti Asap Karhutla, 61 Hotspot Terdeteksi di Riau, 5 Titik Api Muncul di Medang Kampai
Luas Karhutla di Riau Capai 296,08 Hektare hingga 21 April 2023
66 Hotspot Muncul di Dumai, Diduga dari Karhutla Medang Kampai
Polda Riau Buru Pembakar Lahan Gambut di Dumai dan Bengkalis, Satgas Masih Berlebaran di Lokasi Karhutla
50 Ha Lahan Gambut di Tanjung Leban dan Medang Kampai Hangus Terbakar, Kapolda Riau Turun ke Lokasi Karhutla