PEKANBARU - Provinsi Riau saat ini tengah berjuang menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Riau telah mengajukan permohonan bantuan helikopter water bombing dan patroli ke pemerintah pusat.
Selain itu, Pemprov Riau juga meminta bantuan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membuat hujan buatan di Riau, karena daerah tersebut diperkirakan akan mengalami musim kemarau panjang.
Permintaan bantuan pesawat TMC sudah dikabulkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan bantuan helikopter water bombing yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diperkirakan akan tiba di Riau ada awal Mei 2023 mendatang.
Permohonan bantuan helikopter juga disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk patroli Karhutla Riau.
Usulan bantuan ke pemerintah pusat ini tindaklanjut dari upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, pasca penetapan status siaga darurat Karhutla tingkat provinsi Riau tahun 2023.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan BNPB terkait bantuan helikopter water bombing mengingat saat ini beberapa wilayah di Riau terjadi kebakaran.
"Kita sudah koordinasi dengan BNPB, informasinya awal Mei ini bantuan helikopter water bombing akan dikirim ke Riau, karena saat ini masih proses untuk pengiriman heli," kata M Edy Afrizal.
Hanya saja, M Edy Afrizal belum mengetahui berapa unit helikopter water bombing yang akan dikirim oleh BNPB untuk penanggulangan kebakaran di Riau.
"Untuk berapa unitnya belum tau kita. Tapi minimal satu unit helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu, sehingga ketika ada kebakaran yang sulit dijangkau satuan tugas darat bisa melalui udara," kata M Edy Afrizal.
Ia menyampaikan, sesuai rencana bantuan helikopter yang diusulkan ke BNPB dan KLHK sebanyak 10 unit. Helikopter tersebut sebagai dukungan operasi udara dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla Riau 2023.
"Kalau usulan kita 10 unit helikopter, terdiri dari 4 unit helikopter patroli dan 6 unit helikopter water bombing. Nanti berapa yang dikirim ke Riau itu tergantung situasi dan kondisi di lapangan, kan tak mungkin 10 unit langsung dikirim ke Riau, kecuali kondisi darurat," sebutnya.
Untuk diketahui, usulan bantuan helikopter water bombing dan patroli serta pesawat TMC tersebut dilakukan setelah Provinsi Riau resmi menetapkan status siaga darurat Karhutla tahun 2023.
Status siaga darurat Karhutla Riau terhitung mulai 13 Februari sampai 30 November 2023 mendatang. Penetapan status siaga darurat Karhutla Riau berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: Kpts.191/II/2023. ***
Artikel Terkait
Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar Patroli Karhutla Lewat Jalur Sungai
Dumai Diselimuti Asap Karhutla, 61 Hotspot Terdeteksi di Riau, 5 Titik Api Muncul di Medang Kampai
Luas Karhutla di Riau Capai 296,08 Hektare hingga 21 April 2023
66 Hotspot Muncul di Dumai, Diduga dari Karhutla Medang Kampai
Polda Riau Buru Pembakar Lahan Gambut di Dumai dan Bengkalis, Satgas Masih Berlebaran di Lokasi Karhutla
50 Ha Lahan Gambut di Tanjung Leban dan Medang Kampai Hangus Terbakar, Kapolda Riau Turun ke Lokasi Karhutla