Masyarakat Jadi Pemulung Daging Hasil Tangkapan Bea Cukai, DPRD Riau Kesal

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 31 Mei 2023 | 13:01 WIB
Anggota DPRD Riau, Misliadi.
Anggota DPRD Riau, Misliadi.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau Dapil Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Dumai, Misliadi menyayangkan fenomena masyarakat yang mengais daging di tumpukan sampah di Bantan, Bengkalis.

Dikatakan Misliadi, daging seberat 41 ton yang diamankan oleh Bea Cukai Riau ini mestinya harus dimusnahkan secara tuntas, namun kenyataannya daging itu dibiarkan saja, sehingga diambil oleh masyarakat.

"Kita sangat kecewa dengan pemusnahan daging sapi ini, kita anggap ini salah. Seharusnya dilakukan tuntas. Ini siap acara, masyarakat bisa rebutan," ujar Misliadi, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga: Polisi Timbun Kembali Daging Sitaan Bea Cukai yang Dipungut Warga dari TPA Bengkalis

Disampaikan Politisi PKB ini, daging yang dimusnahkan itu dibiarkan dalam kantong plastik. Mestinya, dihancurkan sehingga bisa musnah dan tak bisa diambil lagi.

Ia menegaskan Bea Cukai perlu mempelajari kejadian ini dan mengambil tindakan pada Bea Cukai Bengkalis yang membuat permasalahan di masyarakat.

"Itukan menggunakan plastik, kok main tanam aja di tanah. Ini membuat kita kecewa. Kita minta kanwil bea cukai bertanggung jawab. Minimal dia memberikan sanksi ke Bea Cukai Bengkalis," ujar Misliadi.

Baca Juga: Viral Warga Bengkalis Berebut Pungut Daging Sitaan Bea Cukai dari Tumpukan Sampah, Ini kata Polisi

Misliadi menegaskan, jika ada pelanggaran standar operasional prosedur yang dilakukan oleh Bea Cukai Bengkalis, sebaiknya dicopot saja.

"Apakah sudah sesuai SOP? kalau tidak mengikuti SOP, copot saja," tegasnya.

Sementara itu terkait banyaknya daging yang sudah diambil masyarakat dikatakan Misliadi perlu dilakukan razia pasar atau tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya jual beli daging ini.


"Kita minta melalui Disperindag, razia pasar. Kita takut barang ini diperjualbelikan. Serta mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsinya," ungkapnya lagi.

Disebut Misliadi sebenarnya daging ilegal ini sudah lama ditangkap namun baru dimusnahkan kemarin. Meski menggunakan kemasan khusus yang membuatnya bertahan lebih lama, Misliadi khawatir konsumsi daging ini akan memberikan efek buruk bagi kesehatan, apalagi sudah tertanam di tanah dan tertimpa tumpukan sampah.

"Barang bukti ini sudah lama ditangkap. Pemusnahannya baru kemarin. Kita khawatir bisa berdampak buruk ke masyarakat," tutup Misliadi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X