Gubri Syamsuar: Program Cukup Dua Telur Bisa Sembuhkan Stunting

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 31 Mei 2023 | 22:35 WIB
Gubri Syamsuar dalam kegiatan semesta mencegah stunting.
Gubri Syamsuar dalam kegiatan semesta mencegah stunting.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa program "Cukup Dua Telur" dinilai sangat bermanfaat untuk menyembuhkan stunting.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Syamsuar saat menghadiri Seremonial Social Movement Semesta Mencegah Stunting di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (31/5/2023).

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Baca Juga: Raja Hendra Saputra, Bapak Asuh Anak Stunting di Pekanbaru Ini Bergerak Turunkan Prevalensi Tengkes

Stunting atau anak kerdil diakibatkan oleh banyak faktor, seperti ekonomi keluarga, penyakit, hingga infeksi yang berkali-kali. Oleh karena itu penurunan stunting terus digencarkan oleh pemerintah baik dari pusat hingga daerah.

Sejak ditetapkanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, persoalan stunting menjadi tanggungjawab bersama, peranan percepatan penurunan stunting tidak sekedar pada ranah urusan pemerintah pusat maupun daerah saja namun bisa melibatkan banyak pihak, satu diantaranya seperti yang dilakukan Tribun Network (Seremonial Social Movement Semesta Mencegah Stunting dengan program CukupDuaTelur). 

Baca Juga: Tekan Tengkes, Kadis Perkim Pekanbaru Pantau Tambahan Nutrisi Anak Asuh Stunting

"Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami berterimakasih karena program Cukup Dua Telur sangat bermakna dan manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat," jelas Gubri. 

Diinformasikan, Tribun Network bersama BKKBN Provinsi Riau mengadakan kegiatan Seremonial Social Movement Semesta Mencegah Stunting dengan program "Cukup Dua Telur" yang diberikan selama 3 bulan untuk masyarakat Kota Pekanbaru, dengan tujuan semakin banyak anak stunting bisa tertolong.

Apalagi angka stunting di Kota Madani mengalami kenaikan sebanyak 5,4 persen (11,4 persen dan 16,8 persen 2022).

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi Riau adalah 17 persen, lebih baik dibanding tahun 2021 sebesar 22,3 persen.

"Semoga dengan adanya ikhtiar ini dapat menurunkan angka stunting baik yang ada di Kota Pekanbaru maupun daerah yang ada di Riau. Optimis kita (angka stunting Riau turun jadi 14 persen 2024)," tukas Gubri Syamsuar.

Gubri Syamsuar berharap masyarakat yang terindikasi stunting dapat memanfaatkan program tersebut sehingga anak yang mengalami stunting bisa sembuh dan semakin banyak anak Riau yang tumbuh dengan sehat. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X