RIAUMAKMUR.COM, DUMAI - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, menyatakan bahwa pelestarian bahasa Melayu adalah komitmen pemerintah daerah untuk menjaga agar tidak punah tergerus oleh waktu.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Riau saat menghadiri pengukuhan Pengurus Majelis Kekerabatan Melayu Dumai Tengku Said Wan Encik (TSWE) di Gedung Sri Bunga Tanjung pada Sabtu (27/5/2023).
Gubri Syamsuar menjelaskan bahwa baru-baru ini ia telah menghadiri rapat di Kementerian Dalam Negeri yang membahas tentang revitalisasi bahasa Melayu.
Baca Juga: Gubri Syamsuar Sabet Enam Kategori Anugerah Adinata Syariah 2023
"Dari pembahasan rapat tersebut, saat ini pemerintah telah membuat program belajar bahasa daerah, sudah merupakan kewajiban belajar bahasa daerah diseluruh tanah air, provinsi dan kabupaten se Indonesia," kata Syamsuar.
Dalam rapat tersebut, ia berdiskusi bersama Sekjen Kemendagri, Dirjen Bangda, Dirjen Adn Keuangan Daerah, Sekjen Kemendikbud, dan Kaban Bahasa Kemendikbud.
"Berbagai daerah telah melaksanakan program ini, sehingga mata pelajaran anak-anak sekolah termasuk madrasah wajib berbahasa daerah," tambahnya.
Baca Juga: Ini Daftar 3 Penghargaan yang Diterima Gubri Syamsuar dari KPK
Hal itu dilakukan karena sudah ada sebagian besar bahasa daerah di Indonesia ini banyak yang punah. Agar tidak terjadi hal sama dengan bahasa daerah lain yang sudah hilang ini tentu bahasa melayu di Riau harus terus dilestarikan.
"Padahal bahasa daerah (Bahasa Melayu) adalah aset bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan, karena dari situlah lahirnya bahasa Indonesia ini," ujar Syamsuar.
"Kami diminta (pemerintah pusat) agar mulai tahun depan sudah ada program pembelajaran bahasa daerah, ini bukan memperkecilkan atau diskriminasi tapi pemerintah tidak ingin bahasa daerah punah ditelan masa," ungkapnya.
Baca Juga: Gubri Syamsuar: SPAM Air Siap Minum untuk Masyarakat Pekanbaru - Kampar Segera Beroperasi
Karena kejayaan bangsa Indonesia salah satunya sesebabkan perbedaan suku bangsa dan beragam bahasa yang bersatu sehingga menjadi kekuatan yang sangat dasyat dan tidak ada tandingnya di negara manapun.
"Oleh karena itu bahasa daerah di Riau ini juga harus terus dilestarikan," tukasnya.
Artikel Terkait
Gubri Sebut Maqari Cocok Jadi Ikon Riau: Insya Allah tak Ada yang Saingi Riau
Riau Siap Jadi Pusat Riset Halal Nasional dengan BRIDA, Gubri Syamsuar Temui Kepala BRIN
Tegas! Gubri Syamsuar Serius Dukung Perhutanan Sosial, KPH Diminta Fokus atau Pilih Dinonjobkan
Gubri Syamsuar: 27 Ribu KK di Riau Terima Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial Seluas 120 Ribu Hektare
Gubri Tekankan Seluruh Kepala Daerah di Riau Diminta Cermati 4 Isu Penting Nasional
Gubri Syamsuar Minta Tim di Posko Utama Satgas Pengendalian Karhutla Riau Tetap Siaga Pantau Titik Api
Gubri Syamsuar: SPAM Air Siap Minum untuk Masyarakat Pekanbaru - Kampar Segera Beroperasi
Ini Daftar 3 Penghargaan yang Diterima Gubri Syamsuar dari KPK
Gubri Syamsuar Terima Kunjungan Silahturrahmi Mufti Darul Fatwa Australia
Gubri Syamsuar Sabet Enam Kategori Anugerah Adinata Syariah 2023