Perbedaan ban orisinil dan ban vulkanisir yang selanjutnya bisa Anda lihat dari logo indicator keausan atau ITW. Pada ban orisinil baru, biasanya logo terletak di bagian pinggir yang berdekatan dengan tapak ban. Sedangkan untuk ban vulkanisir, logo indicator keausan ini sejajar dengan alur ban.
Selain itu, menggunakan ban vulkanisir mobil memang bisa membuat Anda tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk membeli ban orisinil yang baru.
Yang perlu anda ketahui, jika penggunaan ban vulkanisir seperti ini memiliki risiko yang besar saat berkendara.
BACA JUGA: Cerita Zayyan XODIAC Soal Debut di Korea, Pengen Jadi Idol Karena Lagu Ini
Pada dasarnya ban vulkanisir merupakan ban bekas yang sudah aus dan tipis akan tetapi dilapisi kembali dengan karet. Hal ini membuat kekuatan dari ban vulkanisir ini tidak sebaik ban irosinil serta sangat rawan pecah.
Kondisi ini pastinya bisa sangat berbahaya jika digunakan untuk berkendara di jalanan.
Penggunaan ban vulkanisir juga bisa membuat keseimbangan kendaraan menjadi tidak stabil. Hal ini karena posisi tapak ban yang tidak seimbang yang diakibatkan oleh pemasangan secara manual atau ala kadarnya saja.
Menggunakan ban vulkanisir juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan saat berkendara. Permukaan ban vulkanisir biasanya lebih keras jika dibandingkan dengan ban orisinil.
Hal ini pastinya akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan khususnya jika digunakan pada jalanan yang rusak atau bergelombang.
Selain itu, ban vulkanisir juga memiliki daya cengkeram aspal yang kurang baik, sehingga sangat berisiko khususnya jika berkendara pada kondisi jalanan licin.
Hal ini membuat risiko ban selip dan kecelakaan menjadi semakin besar.***