Wamen LHK Alue Dohong Berikan Arahan Penting pada Proyek GEF 5 SMPEI untuk Ekosistem Gambut di Riau

photo author
- Rabu, 14 Juni 2023 | 09:52 WIB
Wamen LHK ketika menghadiri pertemuan GEF 5 SMPEI di Riau.
Wamen LHK ketika menghadiri pertemuan GEF 5 SMPEI di Riau.

RIAUMAKMUR.COM PEKANBARU - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, memberikan arahan penting dalam Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Proyek GEF 5 SMPEI (Sustainable Management of Peatland Ecosystems Initiative). Pertemuan ini bertujuan untuk memperluas perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dalam konteks ekonomi hijau.

Dalam pertemuan tersebut, Alue Dohong menyoroti tantangan dan peluang yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

"Salah satu catatan penting adalah antisipasi dan kesiapan semua pihak menghadapi kemungkinan terjadinya fenomena El-Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di lahan gambut," kata Alue Dohong di Pekanbaru, Selasa (13/6/2023).

Pada kesempatan tersebut, juga dibahas peran penting yang telah dicapai oleh Proyek GEF 5 SMPEI dan kegiatan terkait lainnya dalam upaya perlindungan ekosistem gambut di Provinsi Riau.

"Kekayaan lanskap ekosistem gambut di SM Kerumutan dan sekitarnya dapat menjadi modalitas untuk memanfaatkan tantangan dan peluang dalam pengembangan ekonomi hijau serta manfaat ekonomi berkelanjutan yang sudah ada," sebutnya.

Alue Dohong juga memberikan arahan strategi keberlanjutan, penguatan, dan perluasan proyek ke depan untuk optimalisasi manfaat dan peran dalam ekonomi hijau dari perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Adapun dua poin utama yang diungkapkan adalah tentang komitmen bersama pihak terkait untuk membangun Center of Excellence berbasis lanskap kesatuan hidrologis gambut dengan memanfaatkan RPPEG (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut) yang telah disusun oleh Proyek SMPEI GEF 5, dan optimalisasi kehadiran ITPC (Integrated Technical Planning Center).

Ia menjelaskan bahwa strategi valuasi ekonomi karbon dari pelaksanaan PPEG berbasis lanskap, termasuk valuasi terhadap investasi kegiatan PPEG yang telah dilakukan, capaian PPEG dalam hal perbaikan tata kelola air dan revegetasi dalam konteks karbon, penyusunan perencanaan dengan mengacu pada modalitas yang ada seperti RPPEG provinsi dan kabupaten.

Serta, mengembangkan jejaring dan langkah strategis kolaborasi untuk memanfaatkan secara optimal peluang dan tantangan ekonomi hijau dari perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

"Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dalam rangka mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan komitmen bersama dari semua pihak dan strategi yang tepat, diharapkan ekosistem gambut dapat terjaga dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya," ungkapnya.

Dalam konteks ini, Wamen LHK Alue Dohong juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi potensi risiko kebakaran di lahan gambut yang dapat terjadi akibat perubahan iklim.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan membangun Center of Excellence di tingkat tapak berbasis lanskap kesatuan hidrologis gambut. Pemanfaatan RPPEG provinsi dan kabupaten yang telah disiapkan melalui Proyek SMPEI GEF 5 akan menjadi landasan untuk pengembangan pusat keunggulan tersebut.

Selain itu, kehadiran ITPC juga akan dimaksimalkan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam perencanaan dan pelaksanaan perlindungan serta pengelolaan ekosistem gambut.

Strategi valuasi ekonomi karbon menjadi salah satu fokus penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Evaluasi akan dilakukan terhadap investasi yang telah dilakukan dalam kegiatan PPEG serta capaian dalam perbaikan tata kelola air dan revegetasi dalam konteks penyerapan karbon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X