Selain dana BOSDA, jelas Syamsuar, Pemerintah Provinsi Riau juga memiliki bantuan siswa miskin dan bantuan siswa komunitas adat terpencil sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir kemiskinan ekstrim di Provinsi Riau.
Bantuan tersebut juga efektif berjalan mulai Tahun 2020, dimana siswa yang tidak mampu berdasarkan hasil seleksi mendapatkan bantuan sebesar Rp1.100.000 per siswa per tahun.
"Bantuan tersebut dapat digunakan siswa untuk belanja kebutuhan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, tas dan lain sebagainya. Siswa penerima meningkat setiap tahunnya, dimana pada tahun 2020 berjumlah 1.530 siswa hingga tahun 2023 ini akan diberikan kepada 4.450 siswa terdiri dari 4.250 bagi bantuan siswa miskin dan 200 bagi bantuan siswa komunitas adat terpencil dengan anggaran sebesar lebih dari Rp4,8 miliar," jelas Gubri. ***
Artikel Terkait
Gubri Syamsuar: Seluruh Elemen Masyarakat Wajib Mensukseskan Pemilu 2024
Gubri Minta Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Pertimbangkan Pembelian Sawit Masyarakat
Plt Kakanwil DJPb Riau Burhani AS Temui Gubri Syamsuar
Pesan Gubri Syamsuar dalam Majelis Zikir Milad ke-53 LAMR, Jati Diri Masyarakat Melayu Harus Terjaga
Cek Pelayanan Kelistrikan, Gubri Syamsuar Tinjau Pusat Pengatur Beban Sumatera di PT PLN UIP3BS
Dilema Karhutla di Area Perusahaan, Gubri: Kalau tak Dibantu, Takut Api Meluas
Gubri Ajak Umat Manfaatkan Mesjid Sesuai Fungsinya: Bukan untuk Memecah Belah
Gubri Syamsuar Wanti-wanti Masyarakat Jangan Bakar Lahan
Masya Allah, Masjid Rosna di Tapung Kampar Diresmikan Wakapolri hingga Gubri Syamsuar
Kantor Baznas Riau Diresmikan, Ini Harapan Gubri Syamsuar