Indonesia Komitmen Menjadi Rantai Pasok Produk Mineral Dalam Program IPEF Inisiasi Amerika

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Jumat, 30 Juni 2023 | 15:03 WIB
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Tangkap layar Instagram.com/airlanggahartarto_official)
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Tangkap layar Instagram.com/airlanggahartarto_official)

RIAUMAKMUR.COM - Indonesia berkomitmen mendukung dan menjadi rantai pasok global khususnya pada produk mineral (critical mineral).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hatarto dalam pertemuan secara daring Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF).

Pada pertemuan tersebut Meko Perekonomian Airlangga Hatarto mengatakan bahwa Indonesia bermaksud menjadi bagian penting dari rantai pasok global khususnya pada produk mineral (critical mineral)

Baca Juga: Dari Tanah Suci, Wakil Ketua DPRD Riau Ini Doakan Semua Pemimpin dan Masyarakat Riau, Supaya Riau Lebih Baik

Untuk diketahui pertemuan ini membahas target penyelesaian Pilar II (Rantai Pasok), Pilar III (Energi Bersih) dan Pilar IV (Ekonomi Adil) dan langkah-langkah untuk menciptakan manfaat nyata dari tiap-tiap pilar tersebut.

Airlangga Hatarto menyebut bahwa pentingnya seluruh anggota IPEF bekerja keras mewujudkan target ambisi AS untuk menyelesaikan seluruh perundingan pada Pilar III dan IV.

Pada pertemuan tersebut pula, Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebut bahwa Indonesia mendukung visi AS untuk menciptakan standar yang tinggi (high standard) di seluruh pilar IPEF.

Baca Juga: Pendukungnya Saling Bully di Media Sosial, Anies Baswedan dan Puan Maharani Berjumpa Santai di Tanah Suci

Dengan ini diharapkan anggota IPEF perlu menyediakan program untuk mendukung hal tersebut.

Sejalan dengan dukungan dan harapan Menko Perekonomian Airlangga Hatarto, Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal menghargai upaya Amerika Serikat dan negara partisipan IPEF lainnya mengenai skema atau inisiatif pembiayaan program-program terkait mitigasi perubahan iklim.

Namun, Menteri Goyal mengingatkan bahwa standar persyaratan pembiayaan untuk program-program tersebut masih terlalu tinggi.

Baca Juga: Pertamina Alihkan PI 10 Persen dari WK Rokan dan WK Kampar untuk Provinsi Riau

Sebagai solusi, suatu skema pembiayaan yang low-cost atau no-cost dapat menjadi prioritas, guna menghindari ketergantungan negara partisipan IPEF pada sektor swasta.

Secretary of Commerce Gina Raimondo sebagai pemimpin rapat mengatakan pemerintah AS memiliki target untuk menyelesaikan perjanjian pilar III dan IV yang akan diluncurkan pada PTM IPEF di San Francisco bulan November 2023.

Ia juga menyampaikan usulan langkah-langkah yang dapat disepakati bersama di Pilar III dan IV. Pada pilar III usulan program antara lain investment forum sebagai wadah menjalin keterlibatan Pemerintah dengan Swasta, Project Preparation yang menyediakan pipeline proyek yang dibutuhkan tiap negara anggota IPEF, dan climate fund sebagai dukungan pembiayaan proyek energi bersih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Sumber: ekon.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X