RIAUMAKMUR.COM, DUMAI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau Mamun Murod mendorong pendidikan lingkungan hidup masuk dalam Kurikulum Merdeka melalui muatan lokal (Mulok).
Penegasan itu disampaikan Kepala DLHK Riau Mamun Murod dalam Forum Group Discussion (FGD) Integrasi Pembelajaran Gambut dan Mangrove pada Kurikulum Merdeka, Selasa (25/7/2023) di Kota Dumai. Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup ini harus masuk dalam kurikulum merdeka mulai tingkat SD hingga SMP.
"Dalam rangka edukasi dan pemahaman para guru tingkat dasar dan SMP pentingnya lingkungan hidup. Mendorong pendidikan lingkungan hidup dimasukan dalam kurikulum muatan lokal," kata Kepala DLHK Riau Mamun Murod.
Murod mengapresiasi inisiatif yang telah dimulai dari Pemko Dumai. Pihaknya berharap, apa yang dilakukan Pemko Dumai bisa dicontoh oleh Pemerintah Provinsi dan kabupaten/ kota lainnya.
"Tentunya juga kami harapkan pendampingan dan fasilitasi juga bisa dilakukan oleh Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM untuk Kabupaten/Kota yang lain di Provinsi Riau," harapnya.
Murod menyampaikan, Pendidikan Lingkungan bagi siswa Pendidikan Dasar akan membentuk generasi penerus yang lebih sadar akan pelestarian lingkungan.
Apalagi, Provinsi Riau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti Migas, hutan dan lahan gambut, perikanan dan pertanian yang dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Di samping potensial sebagai penggerak ekonomi daerah, potensi alami ini apabila tidak dikelola dengan bijaksana dapat menimbulkan ancaman bagi kehidupan masyarakat. Bisa dalam bentuk berbagai bencana ekologi seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, banjir, kerawanan pangan dan krisis energi," terangnya.
Oleh karena itu lanjutnya, sudah saatnya bagi pemerintah untuk menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
Tentunya dengan penyadartahuan dari dini, diharapkan tumbuh tunas-tunas muda kader-kader lingkungan yang lebih peduli akan lingkungan.
Murod juga menjelaskan, jika Gubernur Riau H Syamsuar telah mengeluarkan kebijakan strategis Rencana Aksi Riau Hijau.
Salah satu tujuan dan sasarannya, upaya optimalisasi pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau menuju pembangunan berkelanjutan.
Pada pelaksanaan Riau Hijau, dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan Sumber daya alam, aksi mitigasi/ adaptasi salah satu bentuk kegiatannya adalah peningkatan kesadaran ekologis sejak dini melalui muatan lokal kurikulum sekolah.
Melalui Program Pengembangan Kurikulum yang telah ada didalam Permendagri No.90 Tahun 2019 yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan sebagai pengemban urusan wajib bidang Pendidikan.
Artikel Selanjutnya
Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLHK Riau Bersih-bersih di Pantai Marina Dumai
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLHK Riau Bersih-bersih di Pantai Marina Dumai
DLHK Riau Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Pantai Marina Dumai
3,2 Ton Sampah Berhasil Dipungut dari Aksi Bersih Pantai Marina PT KPI RU Dumai, DLHK Riau dan Berbagai Pihak
Tanam 1.000 Bibit Produktif, Kepala DLHK Riau Dorong Perhutanan Sosial di Kuansing untuk Lindungi Hutan
Persetujuan Perhutanan Sosial Riau Sudah 122 Ribu Hektar, DLHK Fasilitasi Pelaksanaan RKPS dan RKT 2023
Hasil Penelusuran DLHK Riau, Kayu Tual Ilegal di Sungai Gulamo Diduga Asalnya dari Pangkalan Sumbar
DLHK Pekanbaru Segera Siapkan Sistem BLUD Pengangkutan Sampah
Nekat Merambah Hutan di Desa Sahilan Darussalam, Tiga Operator dan Ekskavator Diamankan Polhut DLHK Riau
DLHK Riau Panggil Pemilik Tiga Ekskavator Perambah Hutan di Sahilan Darussalam Kampar