RIAUMAKMUR.COM - Seiring dengan tugasnya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengatur sektor jasa keuangan di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk menjaga kestabilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.
Kepala OJK Provinsi Riau, Muhammad Lutfi menyebutkan, bahwa pada tahun ini, pihaknya telah menetapkan beberapa program dan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mendukung pembangunan keuangan di daerah.
"Kami akan terus mengupayakan penguatan regulasi, pengawasan yang efektif, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat," kata Muhammad Lutfi, Kamis (14/9/2023).
Baca Juga: Polres Bengkalis Gagalkan Pengiriman 30 PMI Hendak Berangkat ke Malaysia
Ia melanjutkan, OJK juga akan berperan aktif dalam mengawal implementasi kebijakan pemerintah terkait sektor keuangan dan memberikan dukungan kepada pelaku usaha dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, diantaranya ialah melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kemudian, dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi di sektor keuangan, OJK juga berkomitmen untuk senantiasa beradaptasi dan berinovasi.
"Kami akan terus memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan guna mewujudkan sektor keuangan yang lebih baik. Kami mengakui pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi terkait sektor keuangan kepada masyarakat," sambungnya.
Baca Juga: Viral 'Selebrasi Bucin' ke Azizah Salsha, Pratama Arhan Jadi Sorotan, Mertuanya Bukan Orang Biasa
Selain itu, OJK juga akan terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Muhammad Lutfi berkomintmen untuk mengadakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.
"Kami percaya bahwa dengan meningkatnya literasi keuangan, masyarakat akan lebih mampu mengelola risiko keuangan dan mengambil keputusan yang tepat terkait dengan keuangan, termasuk mencegah modus-modus penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tutupnya.***