RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU – Setelah dilakukan perbaikan secara berkala, PT Hutama Karya (Persero) (HK) merampungkan pekerjaan pemeliharaan jalan rusak akibat imbas dari proyek Pembangunan Perpipaan Air Limbah (IPAL) Kota Pekanbaru (Paket SC-2).
Pertanyaannya, apakah PT Hutama Karya (Persero) (HK) sudah memenuhi standar pemeliharaan jalan rusak akibat imbas dari proyek IPAL di Pekanbaru tersebut?
Project Manager Proyek IPAL Pekanbaru (KSO) Hutama Karya (HK), Rosa Lisca, Olan Oka menyampaikan bahwa dalam pekerjaan pemeliharaan jalan ini KSO melakukan pekerjaan pemancangan, galian, pembuatan pondasi dan pemasangan manhole, penimbunan, serta pengaspalan.
Dengan upaya percepatan penyelesaian pekerjaan, Hutama Karya memastikan bahwa kondisi jalan layak digunakan oleh masyarakat sekitar.
“Dimulai sejak Februari lalu, proses pekerjaan terakhir yaitu pengaspalan telah dilakukan pada 6 Oktober lalu. Saat ini kami sedang melakukan finalisasi pemeliharaan serta memastikan semua pekerjaan telah selesai dengan baik,” ujar Olan.
Lebih lanjut Olan menyampaikan penyelesaian pekerjaan ini sudah dilakukan sesuai spesifikasi dan sudah kembali seperti kondisi semula.
KSO Hutama Karya-Rosa Lisca melakukan pemancangan sheet pile atau dinding vertikal untuk pengamanan kelongsoran dengan pertimbangan kedalaman pipa berada 5,5 m dari permukaan jalan.
Pekerjaan proyek pemeliharaan jalan di sekitar proyek IPAL memiliki tantangan yang cukup besar dikarenakan kondisi curah hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan longsoran di sekitar titik pemeliharaan dan juga lalu lintas yang cukup padat sehingga harus memberlakukan pekerjaan 2 shift.
“Komitmen dan tanggung jawab untuk menyelesaikan proyek ini dengan spesifikasi yang sesuai sudah dilakukan oleh Hutama Karya," ungkapnya.
"Harapannya masyarakat sekitar yang terdampak pembangunan ini dapat kembali beraktivitas menggunakan akses MH-TR 13 jalan Teratai dengan nyaman dan aman," tutup Olan Oka, Project Manager Proyek IPAL Pekanbaru. ***