RIAUMAKMUR.COM - Seorang wanita Israel yang jadi sanderaan dibebaskan Kelompok Hamas Palestina dari penyanderaan.
Wanita bernama Yocheved Lifshitz berusia 85 tahun inipun membeberkan cerita soal apa yang dialaminya selama menjadi tawanan Kelompok Militer Hamas Palestina.
Mengejutkan, dihadapan awak media ia sama sekali tidak bercerita kengerian, kesedihan dan kekejaman yang ia terima dari kelompok tersebut.
Baca Juga: Noah akan Lanjutkan Konser Suryanation Greatest Hits di Jayapura
Wanita ini malah bercerita tentang bagaimana baiknya ia diperlakukan Kelompok Hamas selama dirinya disandera bersama warga Israel lainnya.
Yocheved Lifshitz menjadi sandera Kelompok Hamas semenjak dari 7 Oktober 2023 dan dibebaskan pada Senin (23/10/2023) kemarin.
Ia merupakan salah satu masyarakat yang ditawan serta dibebaskan Kelompok Hamas dalam konflik antara Israel - Palestina di Gaza Terpi Barat sejak awal Oktober 2023.
"Saya telah melalui ketakutan, kami tidak menyangka atau mengetahui bahwa kami akan mengalami situasi seperti ini," katanya kepada para wartawan, sambil duduk di kursi roda di luar rumah sakit Tel Aviv, tempat ia dibawa setelah dibebaskan.
Menurut penuturannya ia ditawan di daerah Kibbutz Gaza.
"Mereka memperlakukan kami dengan hormat, memberikan kami obat-obatan yang dibutuhkan, memperhatikan kebersihan kami, bahkan membawa dokter untuk memeriksa kami. Mereka sangat ramah," katanya menceritakan bagaimana Kelompok Hamas Palestina memperlakukan mereka sebagai tawanan.
Ia mengaku hanya saat ia ditawan dan dibawa menggunakan sepeda motor saja dirinya menerima sedikit kekerasan dari militan Hamas yang membawa mereka.
Apa yang diungkapkan oleh tawanan yang dibebaskan Hamas tersebut secara langsung memtahkan ucapan Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel yang menyebut kekekajam pejuang Hamas terhadap warga Israel.