berita

Marak Kekerasan Berbasis Gender Online, Tim PKM Fikom UIR Ajak Milenial Pahami Etika Bermedia Sosial

Jumat, 1 Desember 2023 | 09:12 WIB
Tim PKM Fikom UIR bersama SMKN 2 Pekanbaru.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Maraknya Kekeserasan Berbasis Gender Online (KBGO), membuat praktisi Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Riau (UIR) merasa perlu melakukan penyuluhan.

Penyuluhan ini dilakukan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas  Islam Riau (Fikom UIR), yang terdiri dari dua orang Dosen, yaitu Dyah Pithaloka, M.Si, Happy Wulandari, M.Sc, dibantu mahasiswa Tengku.M. Delorif AF dan Okty Tri Ningsih.

Para akademisi di Bidang Ilmu Komunikasi ini mengadakan penyuluhan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pekanbaru Rabu (8/11/2023).

Baca Juga: Dukung Kebijakan Pemerintah Terapkan MBKM, UIR Gelar Sosialisasi Kampus Mengajar

Sebagai informasi, penyuluhan ini adalah salah satu bentuk dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bagian dari Catur Dharma UIR, menjadi agenda rutin yang wajib dijalankan oleh setiap dosen setiap tahun, dan berkolaborasi dengan mahasiswa di fakultas.

Baca Juga: Sukseskan Pemilu 2024, Dosen Unri Edukasi Masyarakat di Pulau Terluar Indonesia

Ketua Tim, Dyah Pithaloka M Si, menyatakan bahwa tema pengabdian kali ini adalah 'Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)”, menurutnya tema ini sangat diperlukan oleh siswa siswi sekolah menengah.

"Saya bersama tim melihat bahwa beberapa tahun belakangan marak terjadi kekerasan terutama di ranah digital. Fenomena masifnya penggunaan media sosial oleh remaja sekarang yang tergolong Generasi Z, namun tidak diimbangi pengetahuan yang cukup mengenai etika bermedia sosial menyebabkan remaja tidak mengetahui bahwa kadang mereka sudah melakukan dan atau menjadi korban kekerasan berbasis gender secara online. Hal tersebut yang membuat kami merasa perlu untuk mengangkat tema ini," kata Dyah.

Baca Juga: Sinergi Bersama Bangun Fakultas Kedokteran Gigi,UIR Gelar MoU dengan PDGI

Adapun materi yang disampaikan mendapatkan sambutan hangat dari siswa siswi SMKN 2 Pekanbaru yang jumlahnya sekitar 46 orang, dan memancing mereka untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemateri.

Dyah lebih banyak menerangkan tentang apa saja jenis-jenis KBGO, apa konsekuensi hukumnya, serta bagaimana pencegahannya. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan oleh tim, bahwa siswa siswi tersebut ternyata sangat awam mengenai KBGO.

Merespon Kedatangan tim, Guru Bahasa Jepang, Bambang Heriansyah, S.Hum, sebagai perwakilan SMKN 2 Pekanbaru, mengucapkan terima kasih kepada tim karena materi yang disampaikan oleh tim pengabdian dari Fikom-UIR sangat bermanfaat bagi anak didiknya.***

Tags

Terkini