berita

Abdi Slank Mundur Komisaris Telkom, Dukung Ganjar Mahfud

Minggu, 21 Januari 2024 | 07:50 WIB
Gitaris grup musik Slank Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank (ketiga dari kiri atas) berikan keterangan di tengah deklarasi dukungan Slank kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Potlot Studio, Jakarta Selatan, Sabtu (20/1/2024).(Antara/Fianda Sjofjan Rassat)

RIAUMAKMUR.COM - Musisi Abdi Negara sebut dirinya telah mundur dari posisi Komisaris Telkom. Sebutkan dukungannya ke Ganjar Mahfud

Abdi Negara yang dikenal sebagai gitaris band Slank ini mengumumkan bahwa dirinya mundur dari posisi yang diberikan.

Abdi Negara sebelumnya diberi jabatan sebagai komisaris dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkom.

Baca Juga: Panti Asuhan Hikmah Berhenti Beroperasi Sementara, Brimob Datang Salurkan Bansos

Ditunjuknya dirinya sebagai komisaris tersebut sempat buat heboh karena band tempatnya bernaung dikenal vokal terhadap pemerintahan.

Kali ini pengumuman Abdi Negara mundur dari posisi Komisaris juga dibarengi pernyataannya mendukung salah satu pasangan Capres dan Cawapres.

Baca Juga: Pemprov Riau Sudah Serahkan Hasil Evaluasi Draf Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Pekanbaru

Ia menyebut bahwa dirinya mendukung pasangan Capres dan Cawapres yang diusung oleh partai PDIP yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Abdi Negara tidak hanya sendiri mendukung, tetapi juga membawa nama band Slank.

Baca Juga: Banjir Pekanbaru Surut, BPBD Pastikan Tak Ada Lagi Warga di Pengungsian

"Sebelumnya saya mau disclaimer dulu nih, soalnya tadi pada nanya ini kok komisaris ada di sini. Jadi biar tidak ada dusta di antara kita, dan untuk menghormati aturan yang ada, nilai-nilai etika, jadi per hari Jumat kemarin jam 5 sore saya sudah melayangkan surat pengunduran diri dari PT Telkom," katanya, Sabtu (20/1/2024).

Berbarengan dengan hal tersebut, band Slank juga mengumumkan dukungan terhadapat pasangan Capres dan Cawapres tersebut.

Baca Juga: Resep Onde-onde Kacang Hijau dengan Wijen Manis

Dukungan Abdi Negara ini seakan memperjelas posisi komisaris diberikan dari partai penguasa, bukan presiden.

 

Tags

Terkini