Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi di Kementan, Apakah Celotehan Denny Indrayana Bakalan Terjadi?
“Berawal dari 2 Feb 2024 terjadi utamanya di Kalinongko Kidul, Gayamharjo, beruntun sampai tanggal 7 Maret 2024. Kemudian pada tanggal 23 Februari 2024 juga terjadi kasus di Serut. Artinya ada di 2 lokasi penyakit antraks. Dua lokasi tersebut saling berdekatan di perbatasan dengan jarak 100-200 meter,” terangnya.
Ia menyampaikan telah terjadi kematian 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing dan saat ini sudah 11 hari sudah tidak ditemukan kasus lagi. Artinya, kematian ternak yang terakhir terkonfirmasi yaitu 7 Maret 2024.
“Update penanganan yaitu telah dilakukan desinfeksi, pengobatan antibiotik dan vitamin sebanyak 750 ekor terdiri dari 238 sapi dan 519 kambing. Vaksinasi akan dilaksanakan 14 hari setelah ternak diobati. Untuk Klaten yang menjadi daerah terancam, juga telah vaksinasi 242 ekor yaitu terdiri dari 140 sapi 55 kambing 47 domba,” pungkasnya.
Baca Juga: Bank DKI Raih Penghargaan Public Relations Indonesia Awards 2024
Di acara tersebut, Dirjen Nasrullah juga menyerahkan bantuan Kementerian Pertanian berupa vaksin antraks (2.600 dosis), vitamin (1.500 botol), obat-obatan (600 botol), dan spuit (20.000 set) kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah pusat dan daerah, diharapkan penanganan kasus antraks di DIY dapat dilakukan dengan efektif dan masyarakat dapat tetap tenang dalam membeli olahan daging sapi dan kambing. ***