berita

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Gorontalo Hadiri Rakornas Kearsipan

Kamis, 30 Mei 2024 | 21:13 WIB
Pembukaan Rakornas Kearsipan dan Evaluasi Hasil Pengawasan Tahun 2024 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kearsipan ke-53, di Hotel Mercure Samarinda, Kaltim. (Foto: istimewa)

RIAUMAKMUR.COM - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kearsipan dan Evaluasi Hasil Pengawasan Tahun 2024, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kearsipan ke-53, di Hotel Mercure Samarinda Kaltim, Selasa-Kamis (28-30/5/2024).

Hajatan tahunan itu dihadiri oleh seluruh perwakilan kementerian/lembaga/pemda serta LKD provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, dengan mengusung tema “Sustainable Archiving For The Best Future”.

Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yakni Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Ridwan Hemeto. Saat dimintai tanggapan terkait rakornas tersebut, mantan Kepala Biro Hukum itu sangat mengapresiasi agenda yang dikerjasamakan dengan Pemda Kalimantan Timur tersebut.

Baca Juga: Jamin Hewan Kurban Berkualitas, DKPPP Gelar Bazar Ternak Domba

“Rakornas kearsipan ini sangat baik untuk mensukseskan penyelenggaraan kearsipan, khususnya di Provinsi Gorontalo. Kami berharap dari rakornas ini bisa memperoleh penguatan-penguatan dari pihak ANRI dan Pemerintah Pusat dalam memotivasi LKD Provinsi maupun kabupaten/kota, khususnya melalui pengawasan kearsipan. Terkait hasil pengawasan kearsipan untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo berada pada kategori baik,” kata Ridwan Hemeto, Rabu (29/5/2024).

Sementara itun dalam kata sambutannya ketika membuka rakornas, Plt. Kepala ANRI Imam Gunarto mengatakan bahwa agenda kearsipan saat ini yaitu dalam rangka meningkatkan tertib arsip, implementasi digitalisasi arsip, dan memori kolektif bangsa perlu digenjot melalui instrumen pengawasan kearsipan.

“Target kita tahun ini adalah bagaimana meningkatkan tertib arsip, digitalisasi arsip, salah satunya Srikandi, serta menambah memori kolektif bangsa, karena hanya dengan itu kearsipan akan lebih baik di masa yang akang datang,” tutur Imam.

Baca Juga: Roadshow Bus KPK di Bangkalan Dimulai, Banyak Kegiatan dan Hadiah Menarik

Selain itu, Imam Gunarto juga menekankan bahwa pengawasan kearsipan harus menjadi alat harmonisasi dan bahan evaluasi.

“Saat ini masih ada tiga kementerian/lembaga yang mendapatkan kategori buruk berdasarkan hasil pengawasan kearsipan. Sementara untuk lembaga kearsipan daerah (LKD), dalam hal ini Dinas Kearsipan Provinsi, masih ada empat provinsi yang belum diawasi, yaitu provinsi baru di Papua, serta beberapa LKD kabupaten/kota yang belum mencapai target pengawasan tahun ini, padahal target tahun 2024 ini adalah salah satunya bahwa bagaimana agar seluruh kementerian maupun LKD provinsi/kabupaten/kota memiliki kinerja baik, namun belum tercapai, sehingga perlu dikaji apa penyebabnya. Sebab, di tahun 2025 target kearsipan lebih luas lagi yaitu terkait pembangunan big data kearsipan, dan peningkatan layanan kearsipan kepada masyarakat," papar Imam.

Dalam acara itu, pihak ANRI mengumumkan beberapa kementerian/lembaga/pemda provinsi dan kabupaten/kota terbaik sekaligus pemberian penghargaan dan akreditasi kearsipan, di antaranya kepada unit kearsipan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Politeknik Kesehatan, BPOM, serta Lembaga Kearsipan Universitas Gajah Mada.

Baca Juga: Puluhan KPM Desa Pakamban Daya Terima BLT-DD Tahap II

Rakornas tersebut dihadiri Pj Gubernur Kalimantan Timur, Deputi PMK Bappenas, Dirjen Kementerian PAN-RB, Sekjen Kementerian Kesehatan, staf ahli Kementerian Perindustrian, Kepala Biro Umum Kementerian Kesehatan, Rektor Poltekes, Sekretaris Utama dan Para Deputi ANRI, serta Plt. Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Di akhir acara, forum nasional ini merumuskan beberapa rekomendasi untuk masa depan kearsipan sesuai tema rakornas, di mana Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Rid

Tags

Terkini