berita

TNI Komit Tindak Personil Terlibat Politik Praktis Pilkada

Jumat, 16 Agustus 2024 | 01:04 WIB
Kasi Pidum Kodil 0103 Aceh Utara Mayor Inf Drs. Jailani, sedang membubuhkan tanda tangan pada kegiatan Sosialisasi digelar Panwaslih Kota Lhokseumawe (foto:Zulfilri).

RIAUMAKMUR.COM - Prajurit TNI dibawah Garis Komando Distrik Militer (Kodim 0103) Aceh Utara diingatkan untuk memegang teguh netralitas TNI, memperkuat sinergitas dengan Polri dan stakeholder terkait dalam menjaga keamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh tahun 2024.

Berbicara sikap Netralitas, Komando Distrik Militer, akan mengambil tindakan tegas bagi siapapun oknum TNI yang terlibat Praktis dalam tahapan pelaksanaan Pilkada. 

,”Misalnya terlibat politik praktis keberpihakan mendukung salah kandidat tertentu dengan melakukan serangan fajar, itu akan kami tindak secara kedinasan., “

Baca Juga: Proses Membangun UMKM Tas Rajut Hingga Mendunia

Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, melalui kasi Pidum Mayor Inf Drs. Jailani, sebagai pemateri pada kegiatan Sosialisasi Menangkal penyebaran berita Hoaks jelang Pilkada 2024,digelar Panwaslih Kota Lhokseumawe di Lancang Garam Banda Sakti Lhokseumawe.(Kamis, 15/08/2024).

"Tentunya kita berharap Pilkada 2024 di Aceh dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar,"Kalau ada anggota kami dari TNI khususnya dari Kodim dari Koramil bhabinsa ini bisa diadukan dan bisa kita proses secara hukum, “kata Kasi Pidum Kodim 0103 Aceh Utara. 

Mengakhiri materinya,Kasi Pidum menegaskan,Jika ada anggota TNI yang terlibat Politik Praktis mendukung salah satu Kandidat yang berlawanan dengan Netralitas TNI secara tegas dikatakan akan dikenakan sangsi hukum. 

Baca Juga: Disnakeswan Sumbar Gelar Lomba Mewarnai Bertema Peternakan

Jadi kaml selalu sampaikan kepada prajurit, jika terkena sangsi hukum itu nanti juga bisa berdampak bagi keluarganya, kalau dipecat nantinya, jadinya kita harus berfikir panjang, 

Pada kesempatan yang sama Akademisi Unimal Dr. Muklir, meminta para Insan pers agar lebih teliti Dalam menanggapi isi Hoaks sebelum dijadikan informasi Publik. 

,”Jadi kalau ini memang terasa ini hoax jangan diteruskan kalau ini dirasakan kebenarannya faktanya ada baru dituliskan nah ini yang perlu kita bangun komunikasi dengan seluruh masyarakat kita pemilih-pemilih pemula terutama yang paling tepat mengakses informasi itu, “ pungkas Muklir.

Tags

Terkini